BNPB Serahkan Dana Rp 1 Milyar Untuk Pemkab Aceh Timur

BNPB Serahkan Dana Rp 1 Milyar Untuk Pemkab Aceh Timur
Ketua BNPB Doni Monardo (tengah) saat menyerahkan dana siap pakai sebesar Rp 1 Milyar kepada Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin H. M. Thaib SH di Ruang Pertemuan Bandara Malikul Saleh, Kota Lhokseumawe, Kamis (10/12). Foto Humas Setdakab Aceh Timur

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk – Ketua Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) Pusat Doni Monardo menyerahkan dana siap pakai kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp 1 milyar yang kepada Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin M. Thaib di ruang pertemuan Bandara Malikul Saleh, Lhokseumawe, Kamis (10/12) kemarin.

Selain bantuan dana siap pakai dari BNPB, Pemkab Aceh Timur juga menerima bantuan dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 berupa Panbio Swab Antigen, Masker KF94, Tenda Pengungsi, Selimut, Matras, Perlengkapan Bayi dan Perlengkapan Keluarga.

Menurut Ketua BNPB, Doni Monardo bantuan ini disalurkan kepada daerah yang terkena musibah banjir dimana Aceh Timur merupakan daerah yang terkena langsung musibah banjir tersebut selain Aceh Utara.

“Untuk mencegah terjadinya banjir, kami akan melakukan koordinasi dengan Kementrian PUPR agar dapat menyediakan Excavator Ponton guna melakukan pengerukan aliran sungai yang sudah dangkal," ujar Doni Monardo

Pada kesempatan tersebut Ketua BNPB sekaligus mengajak Pemkab Aceh Timur untuk melakukan penanaman rumput Vetiver.

"Tanaman ini memiliki kedalam akar hingga 7 meter dan sangat cocok ditanam di bantaran aliran sungai sebagai penahan erosi,"tambahnya

Ia Juga berpesan dalam musibah banjir ini agar seluruh masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Rocky mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya banjir dengan melakukan penghijauan kembali daerah-daerah yang telah gundul dengan tanaman keras yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat seperti pohon Petai dan Jengkol.

“Aceh Timur juga telah menjalin kerjasama dengan pihak FKL, IDH dan Yayasan Kehati dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan,”sebutnya

Selain itu, Aceh Timur juga tidak ada memberikan atau menerbitkan HGU baru untuk penanaman kelapa sawit sekaligus mengajak pihak perusahaan yang sudah ada di Aceh Timur untuk tetap menjaga lingkunggan termasuk ekosistem.

Seperti yang telah diketahui, Aceh Timur mengalami musibah banjir sebanyak 15 kecamatan dengan umlah rumah terendam sebanyak 25.000 rumah dan menelan korban jiwa sebanyak 1 orang. (man/re)

Komentar

Loading...