Biaya Umrah Diperkirakan Naik Hingga Rp 7 Juta

Biaya Umrah Diperkirakan Naik Hingga Rp 7 Juta
Ilustrasi.net

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Ketua Umum  Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur mengatakan, terdapat sejumlah perbedaan prosedur dalam pelayanan umrah di masa pandemi ini. Perubahan tersebut termasuk penambahan sejumlah prosedur hingga adanya kenaikan biaya umrah hingga 30 persen.  

Kenaikan biaya tersebut, kata Firman, disebabkan tambahan biaya transit karena adanya peraturan karantina selama tiga hari, serta kouta kamar yang hanya boleh dihuni maksimal dua orang, ditambah ketersediaan hotel yang masih sangat terbatas.

"Hotel yang baru tersedia saat ini hanya hotel bintang empat dan lima saja sehingga butuh biaya yang lebih tinggi. Kenaikannya diperkirakan bisa mencapai 30 persen, atau sekitar Rp 5 hingga Rp 7 juta dari harga normal," kata Firman, di Jakata, Minggu (1/11).

Peraturan dan penambahan prosedur ini dilakukan untuk menyesuaikan kerentanan di masa pandemi. Dia juga mengatakan bahwa jamaah yang diprioritaskan adalah mereka yang sebelumnya tertunda keberangkatannya.

"Kami memprioritaskan jamaah-jamaah yang tertunda keberangkatannya. Jika memang memenuhi seluruh persyaratan, maka akan bisa langsung diberangkatkan, itu juga setelah penyesuaian harga paket," ujarnya menambahkan.

"Tapi insya Allah ini sudah maksimal, dan kami pastikan tidak akan ada penambahan biaya lagi kedepannya," tambahnya.  

Sebelumnya, Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi mengatakan kenaikan harga umrah dapat meroket hingga 40 persen.

"Kalau memang dibuka dengan prosedur new normal yang ketat, ya tentunya kemungkinan bisa berjalan umrah, hanya menjadi biaya tinggi sehingga harga paket tentu naik. Mungkin naiknya sekitar 25-40 persen dari harga normal. Jadi kalau harga normalnya Rp 20 juta, bisa jadi sekitar Rp 27 jutaan," kata Syam.

Menurut Syam, jika umrah diselenggarakan saat new normal akan ada berbagai aturan yang harus dibatasi kapasitasnya mulai dari bus hingga kamar hotel, sehingga dibutuhkan biaya tambahan.

[ihram]

Komentar

Loading...