Besok, Unsyiah Gelar TheArt OpenDay 2020: Seni Khas Gembira & Cerdas

Besok, Unsyiah Gelar TheArt OpenDay 2020: Seni Khas Gembira & Cerdas
TheArt OpenDay

CAKRADUNIA.CO – Memasuki dekade ketiga abad 21 tahun awal 2020 ini, tiga institusi yang berkiprah dalam bidang pelestarian dan pengembangan keilmuan seni, keterampilan, teknologi dan pengetahuan kebudayaan di Universitas Syiah Kuala menggelar perhelatan terbuka bertajuk TheArts OpenDays dalam misi “apresiasi seni terbuka, khas, gembira dan cerdas.”

Kegiatan digelar selama lima hari, mulai Sabtu hingga Rabu, 4-8 Januari 2020 di Komplek Gedung Jurusan Pendidikan Seni Unsyiah yang dijuluki Kampus Kreatif Inong Balee, Creative Hub-nya Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh.

Dari arah jalan utama Tgk. Mohammad Daud Beureueh ke jalan T. Nyak Arief di Darussalam, pengunjung dapat menemukanya lokasinya dari belokan kiri pertama gerbang kampus Universitas Syiah Kuala lalu lurus setelah komplek gedung SMA Labschool (Laboratorium School) Unsyiah, sekomplek dengan kesekretariatan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Syiah Kuala di sisi kanan jalan utama Kuta Inong Balee.

Tiga institusi penyelenggara perdana even “TheArts OpenDays 2020” adalah yakni: Jurusan Pendidikan Seni, eks. Sendratasik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Kampus Seni), Pusat Riset dan Pengembangan Seni (Pusat Seni) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni (HIMA Seni) Universitas Syiah Kuala.

Pegelaran ini bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik, Pusat Riset Ilmu Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Universitas Syiah Kuala serta sejumlah Pakar Pendidikan, Seni dan Kebudayaan, Mahasiswa/i, Siswa/i dan Pelajar di Banda Aceh sekitar, TheArts OpenDays kali ini akan berkembang sebagai kemasa alternatif konsep Wisata Edukasi khalayak atas perkembangan termutakhir ilmu pengetahuan dan seni dunia dalam bermacam wujud inovasi dan ekspresi kreatif sumber daya manusia dan budaya di Aceh.

Beberapa agenda penting yang terselenggara dalam 5 hari 4 malam kegiatan TheArts OpenDays mulai Sabtu besok 4 Januari 2020, seperti:

i) MasterClass dari sejumlah tokoh dan pakar yang akan mendorong pemanfaatan kreasi kebudayaan dan seni serta daya cipta terapan ilmu pengetahuan lainnya yang lebih dewasa sekaligus mensejahterakan semua fihak;

ii) CoachingClinic yakni pendampingan para pelajar dan siswa/i sekolah tingkat dasar, menengah pertama dan menengah atas, terhadap wawasan sekaligus pengalamaan berkesenian yang mencerahkan daya apresiasi pembelajar terhadap seni khususnya, dan ilmu pengetahuan khususnya.

Pendampingan khusus bagi peminat pembelajaran seni di tingkat pendidikan tinggi akan difasilitasi infomasi jalur penerimaan masuk perguruan tinggi seni se-Indonesia, berikut persiapan-persiapan yang perlu dilakukan terkait kelengkapan persyartan portofolio calon mahasiswa seni; dan yang juga baru adalah

iii) MuralMass atau mural masal yakni kegiatan menggambar dan melukis sebahagian besar dinding bangunan di komplek kampus seni Unsyiah. Komplek gedung bekas Program Studi Sekolah Dasar (PGSD) ini termasuk yang tertua di lingkungan Universitas Syiah Kuala ini. Sangat berpotensi untuk diperbaharui seiring pengembangan program Jurusan Pendidikan Seni menuju ke pemberlajaran pendidikan tinggi seni yang lebih maju.

Rencana penyelenggaraan 2 program studi baru di lingkungan Jurusan Pendidikan Seni ke dalam 2 tahun ke depan, yakni Program Studi Seni Visual dan Teknologi serta Program Studi Musik dan Teknologi diharapkan menjadi cikal terbangunya Fakultas Seni dan Humaniora di universitas kebanggaan masyarakat Aceh ini.

Kegiatan MuralMass ini menjadi simbol amanah demi terakomodasinya harapan ini melalui partisipasi para insan perupa dan pertunjukan seni se-Aceh.

Dan yang menarik, dalam 5 hari kegiatan TheArts Opendays ini, terbuka kegiatan Pameran Seni Rupa – gambar, desain dan instalasi oleh Mahasiswa/i Jurusan Pendidikan Seni dan Program Studi Arsitektur Unsyiah, bertajuk “Seuramoe Rupa” yang nantinya akan didampingi oleh karya-karya rupa pilihan dari para perupa profesional, baik yang berprofesi sebagai dosen, guru, dan spesialis seni rupa atau kesenian lainnya.

Sembari kegiatan mural berlangsung, pengkarya yang memamerkan karyanya secara simultan akan terus bermural seirama riuhnya penampil-penampil berbakat yang mengikuti kegiatan aneka lomba seni untuk segala jenjang usia yang juga diselenggarakan panitia. Lomba dimaksud seperti: lomba mewarnai, seni bernyanyi, fashion show dan bentuk kegembiraan sejenisnya.

“Ya, ini progressif, bahkan sebagai sebuah gerakan inklusi yang sangat berkarakter seni dalam memperkenalkan hingga mendapatkan pengalaman berkesenian yang sarat nuansa kreatif dalam ragam inovasi artistik, juga edukatif – mensejahteraan alam sadar dan akal sehat pembelajaran seni sebagai sarana baik menuju kehidupan berperadaban tinggi’, ujar Ari Palawi, sosok intelektual dari kalangan seniman, yang sehari-harinya mengetuai penyelenggaraan Pendidikan Tinggi di Jurusan Pendidikan Seni serta peneliti sekaligus ketua Pusat Seni Universitas Syiah Kuala.

Dr Ari Palawi

Alumni musikologi dan etnomusikolog dari ISI Yogyakarta, University of Hawaii at Manoa dan Monash University ini menegaskan even TheArts OpenDay ini penting untuk menghilangkan citra eksklusif atas seni, melainkan memiliki manfaat serta efektif  untuk pembentukan karakter dan mentalitas kemanusiaan yang sangat perlu dipersiapkan ke depan.

Seni akan bermanfaat jika ia memanfaatkan inovasi, baik di dalam dan di luar disiplin ilmu seni itu sendiri, dan kesempurnaannya sangat bergantung kepada keseimbangan dari poporsi seni, logika, kepekaan dan akal sehat.

Perhelatan lima hari The Arts OpenDays akan memberikan gambaran pesatnya perkembangan pengetahuan dan keterampilan seni dalam wujud profesi-profesi baru, beragam, yang mengimplikasikan bahwa pencapaian seni bisa saja termanifestasi dalam semua disiplin ilmu, keterampilan dan teknologi.

The Arts OpenDays 2020 adalah semesta seni yang khas, gembira dan cerdas. Perhelatan ini merepresentasikan lingkungan institusi yang berdaya saing  setara dengan institusi pembelajaran seni lainnya di Indonesia, bahkan dunia, yang selanjutnya dapat menjadi pilihan siswa, calon pembelajar seni yang antusias, untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi seni, termasuk di Universitas Syiah Kuala tentunya.

Fani Faradina selaku Ketua HIMA Seni, berkomitmen untuk terus mempertahankan semangat penyelenggaraan kegiatan TheArts OpenDays tahun 2020 ini dalam kerja kemahasiswaan tahun-tahun berikutnya, termasuk berharap kiranya seluruh masyarakat Aceh dimanapun berada dapat mengapresiasi melalui keluangan waktunya berwisata ke Kampus Seni Universitas Syiah Kuala.

Fani menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sudah berhimpun demi suksesnya TheArts OpenDays 2020. Kebersamaan dalam  wadah mahasiswa memperkenalkan realisasi konkrit dan prestasi pembelajarannya, berikut keterlatihannya dalam berkarya seni dan menatakelola beragam event produksi seni kiranya akan semakin paripurna oleh kehadiran para sahabat seni dan sejawat kelembagaan, diantaranya:

Pemerinta Aceh melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya serta komunitas-komunitas seni professional seperti: Lampoh Ranup, CikalOn, Skorsing Dua Semester, Fourtones, Galaxy, Andi Seuramoe Reggae dan menyusul lainnya.

“Kepada seluruh pihak sekolah kiranya dapat segera menginformasikan kunjungan khususnya untuk kesempatan terbuka bagi pelajar dan siswa dalam mengapresiasi seni dengan kemanfaatan yang dimengerti melalui TheArts OpenDays 2020 ini,”katanya penuh harap.[R]

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...