Bendungan Irigasi Panga Bocor, Petani Mengeluh Lahan Mereka Jadi Sawah Kering

Bendungan Irigasi Panga Bocor, Petani Mengeluh Lahan Mereka Jadi Sawah Kering
Irigasi dan lahan sawah petani yang mengalami kering pada musim tanam tiba. Kondisi ini sangat memprihatinkan ekonomi petani di Kecamatan Panga, Aceh Jaya. Ist

CAKRADUNIA.CO, Calang - Petani di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya sudah lama mengeluh karena air yang dialirkan melalui bendungan irigasi di pucuk Panga tidak merata, padahal petani sangat membutuhkan air, terutama pada musim tanam tiba.

Ketua LSM Kita Peduli, Abdo Rani yang juga warga Panga kepada cakradunia.co, Jumat (10/7) mengatakan, selama ini pihaknya banyak menerima keluhan dari petani sawah akibat kekurangan air, meski di pucuk Panga sudah ada bendungan irigasi.

Menyahuti keluhan petani, Abdo bersama rekannya telah meninjau langsung kondisi lahan persawahan dan jaringan bendungan irigasi Panga selama kekurangan air.

Dari hasil pantauan kelapangan, dia menemukan di sejumlah titik saluran irigasi banyak ditemukan saluran cacing (saluran air kecil yang diduga dilobangi oleh petani), sehingga air yang dialiri terbuang sia-sia begitu saja.

“Melobangi saluran air dengan sengaja untuk dibuang, perbuatan jahat. Akibatnya, jaringan banyak bocor, dua Gampong Harapan dan Desa Tuwi Kareung mengalami kekeringan lantaran air tidak sampai ke lahan sawah mereka,”kata Abdo.

Dok/Kita Peduli

Dari 416 ha lahan persawahan di kecamatan Panga, kini hampir 30 persen lahan sudah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit warga. Bahkan ada sebagian lahan menjadi sawah kering lantaran air irigasi tidak berfungsi.

Menurutnya, penyebab lain bisa jadi karena air yang disalurkan melalui saluran irigasi tidak sampai ke sawah warga, mungkin ada penghambatan air dari sungai ke bendungan seperti potongan kayu gelondongan dan semak belukar di pinggiran bendungan.

Abdo sebagai warga Panga mendesak Pemkab Aceh Jaya melalui Dinas PUPR dan Pertanian untuk meninjau ke lokasi bendungan, agar air yang dialiri melalui saluran irigasi tidak terhambat saat disuplai ke lahan sawah petani.

Untuk itu, Abdo meminta Babinsa dan Babinkantibmas Kecamatan Panga agar betul-betul melakukan pemantauan petani yang tidak mengindahkan untuk ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"Bila ada tindakan tegas, pasti petani tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan petani lainnya, dengan begitu penyaluran air ke sawah tercukupi dan sampai sebagaimana harapan semua petani,"pinta Abdo.

Untuk pemantauan saluran air irigasi bukan hanya di Kecamatan Panga saja, tetapi di sejumlah wilayah yang ada dalam Aceh Jaya, karena selama ini banyak sekali menerima keluhan yang menyatakan irigasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Aktivis Kita Peduli minta kepada semua pihak dan anggota DPRK untuk melakukan pengawasan ke semua irigasi yang telah dibangun oleh pemerintah Aceh Jaya, sehingga visi misi Bupati dan Wakil Bupati berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

"DPRK Aceh Jaya sesekali turun ke lapangan untuk melihat dan menampung aspirasi para petani padi, sehingga apa yang tertuang dalam visi misi bupati dan wakil bupati berjalan dengan mestinya,"cetus Abdo.

Kayu-kayu yang menimbun di bendungan iringasi pucuk Panga yang ikut menyebabkan aliran air terhambat ke petani. Dok/Kita Peduli 

Hal senada juga disampaikan oleh Tgk Muhammad Ibrahim, tokoh masyarakat Panga mengatakan selama ini Kejruen Blang (orang yang mengatur air) tidak berfungsi di kecamatan, gampong maupun tingkat kelompok tani.

“Karena tak aktif, akibatnya aliran air irigasi di dalam kelompok tani tidak merata bahkan tidak teratur seperti yang terjadi saat ini,”keluhnya.

Muhammad Ibrahim mengharapkan kepada pihak kecamatan untuk mengadakan pertemuan membentuk kembali penjaga air sekaligus pengatur pembagian air, sehingga air bisa merata dan musim cocok tanam semuanya bisa serentak.

"Kami minta pemerintah kecamatan harus turun tangan untuk segera membentuk tengkujruen (Kejrun Blang) agar kedepan ada orang yang menjaga air terutama saat petani butuh air dan kebutuhan lainnya,"tutup Tgk Muhammad Ibrahim. (ml)

Komentar

Loading...