Baznas Lunasi Hutangnya, Guru TK : Nyesal Masuk Jebakan Pinjaman Online

Baznas Lunasi Hutangnya, Guru TK : Nyesal Masuk Jebakan Pinjaman Online
Mantan guru TK yang terjerat utang pinjaman online, S. Foto/Viva

CAKRADUNIA.CO - Guru TK korban pinjaman online (pinjol) di Kota Malang, S tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan dari Baznas Kota Malang. Uang Rp 26,2 juta yang diterimanya digunakan untuk melunasi seluruh utangnya. 

Saudari S mengaku terharu dengan uang tunai yang diterimanya. Dia juga berterima kasih kepada Pemkot Malang dan semua pihak yang membantunya. Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat akar menghindari pinjol.  

“Saya mengucapkan terima kasih telah memabntu menyelasikan masalah saya, saya sangat menyesal telah masuk dalam jebakan pinjol dan saya mohon maaf dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar S sambil terisak, Jumat (21/5/2021).

Penyerahan uang bantuan dilakukan di kantor Baznas yang terletak di area Balai Kota Malang.

Sementara itu menurut Ketua Baznas Kota Malang, Sulaiman, dengan disalurkannya uang bantuan tersebut, pihaknya akan menunggu bukti pelunasan utang dari kuasa hukum S. 

Jika ada platform pinjol yang tidak bisa dihubungi, maka sisa uang akan digunakan untuk modal usaha S. 

Sebelumnya, S diperiksa Satreskrim Polresta Malang Kota. Didampingi kuasa hukumnya, Jumat (21/5/2021) pagi, S memenuhi panggilan polisi, setelah sebelumnya secara resmi melapor atas semua teror dan ancaman yang dialaminya dari para debt collector pinjol. 

Total ada 19 platform pinjaman online dan 84 nomor yang meneror S dilaporkan ke polisi. 

Kasus S menjadi perhatian publik. Selain diteror 24 debt collector pinjaman online, S juga diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru TK setelah mengabdi selama 13 tahun.

S sendiri berhutang hanya Rp 2,5 juta di pinjaman online untuk membayar uang kuliah. Jumlah utangnya membengkak menjadi Rp 40 juta.[okz]

Komentar

Loading...