Banjir Hantam Tangse, Politisi PDA: Ini Akibat Maraknya Penambang Illegal

Banjir Hantam Tangse, Politisi PDA: Ini Akibat Maraknya Penambang Illegal
Banjir landa Tangse, Pidie, Kamis (25/4/2019).Ist

CAKRADUNIA.CO, Calang - Politisi Muda Aceh Jaya Nasri Saputra ikut berduka dan prihatin atas musibah banjir tangse disebabkan hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Pidie. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun banjir telah menyebabkan sejumlah infrastuktur hancur, mengenangi lahan perkebunan dan pertanian warga serta pemukiman penduduk.

Akibatnya beberapa titik ruas jalan penghubung lintas gampong di Kecamatan Tangse terputus. Banjir luapan Krueng Pucok juga merendam permukiman penduduk.

"Kita ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Tangse, ini musibah dari yang maha kuasa yang merupakan ujian bagi kita," kata Sekretaris PDA Aceh Jaya  itu.

Dalam keprihatinannya, Nasri menyebutkan banjir Tangse tidak terlepas dari maraknya perambahan hutan, penambangan ilegal yang tidak tertata dan teratur di area kawasan Hutan Lindung Ulu Masen yang terkesan adanya pembiaran.

"Kesannya ada pembiaran. Namun kita semua harus mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Kita juga berharap aktifitas Illegal Logging dan ilegal mining kalau tidak berhasil ditertibkan,  harus ada upaya bersama untuk diminimalisir," sebutnya.

Nasri Saputra

Padahal jika mengacu pada Undang – Undang, tambah mantan wartawan ini, illegal logging dan ilegal mining termasuk tingkat kejahatan yang serius karena berdampak ancaman terhadap lingkungan dan ekosistem.

Menurut Nasri, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Pasal 1 angka (2) Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hokum.

Badan jalan putus.Ilustrasi

Putra Pasie Raya Aceh Jaya itu juga mengkhawatirkan dan meminta waspada masyarakat Aceh Jaya khususnya Teunom - Pasie Raya, terhadap kemungkinan terjadinya banjir yang terkadang tiba - tiba, tidak tertutup kemungkinan juga terjadinya banjir bandang jika hutan terus diganggu.

"Khususnya Pasie Raya - Teunom perlu mewaspadai, secara perbatasan Teunom - Pasie Raya Aceh Jaya berbatasan langsung dengan Tangse Pidie dan Pucok Kreung Teunom itu di Pidie serta muara Krueng Sikuleh ke Krueng Teunom. Jadi warga harus waspada sebelum bencana dating," tutup Nasri.[r]

Komentar

Loading...