Bakhtiar, Penderita TB Tulang yang Atap Rumahnya Roboh Diterjang Angin

Bakhtiar, Penderita TB Tulang yang Atap Rumahnya Roboh Diterjang Angin
Bakhtiar berdiri diantaranya reruntuhan rumahnya setelah terjang anging kencang, Minggu (6/9). Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, - Idi Rayeuk – Bakhtiar (35) warga Gampong Alue Buloh Sa, Kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur mengalami nasib pilu setelah setahun yang lalu menderita penyakit Tuberkulosis (TB) tulang, giliran Minggu (6/9) lalu rumah lapuk peninggalan neneknya terkena angin kencang yang mengakibatkan atap rumahnya roboh dan tidak bisa ditempati lagi.

Menurut dokter TB tulang belakang Bachtiar, terjadi akibat menyebarnya bakteri tuberkulosis dari paru- paru ke tulang belakang hingga ke keping/sendi yang ada di antara tulang belakang terinfeksi yang menyebabkan matinya jaringan sendi dan memicu kerusakan pada tulang belakang.

Letak rumah yang berada jauh dari tetangga dan bersebelahan dengan persawahan seolah tampak  rumah yang tidak berpenghuni.

Bakhtiar pada saat dikunjungi cakradunia.co, Kamis (10/9/2020) dirumah yang kini tidak lagi bisa dihuninya, menceritakan bahwa setahun yang lalu disarankan denagn melalui swadaya masyarakat gampong agar dilakukan pengecekan kesehatan di Banda Aceh karena melihat kondisi fisiknya yang semakin kurus.

Dari hasil didagnosis Bakhtiar menderita penyakit TB Tulang yang mengharuskannya konsumsi obat secara rutin tanpa terputus selama sembilan (9) bulan dan selama 3 bulan Ia harus menetap di Banda Aceh dengan difasilitasi oleh Lembaga Peduli Dhuafa (LPD).

Bakhtiar besar dengan abangya yang diasuh oleh kasih sayang almarhumah neneknya (Nek Salamah), orang tua kandungnya telah meninggal sejak mereka masih kecil. Kini sejak neneknya meninggal tahun 2015 lalu, Bakhtiar harus hidup sendiri dirumah lapuk dan abangnya kini bekerja di Banda Aceh, tapi karena kondisi ekonomi yang pas-pasan tidak bisa membantu banyak terhadap kondisi adiknya.

 

Bahktiar (35) bersama Keuchik Alue Buloh Sa, Munazir Arrani di rumah Baktiar. Foto/cakradunia.co/Rachman

Sakit yang diderita Bakhtiar mengakibatkan dia tidak bisa bekerja dengan porsi beban berat karena akan membuat nyeri tulang punggungnya dan harus rutin minum obat.

“Saya bekerja sebagai kuli bangunan, tapi hanya bangunan di gampong apalagi tidak bisa kerja berat. tapi selama ini kalo ada yang ngajak saya kerja sudah mengetahui kondisi saya dan untuk upah terkadang sehari bisa dapat sampai Rp 80.000,” tuturnya 

Namun, kondisi pandemi Covid-19 proyek di gampong juga tidak ada, selama itu dia tidak ada pekerjaan apapun. Untuk kebutuhan sehari-hari harus menggunakan uang simpanan hasil upah kuli bangunan yang sudah dipersiapkan untuk tambahan rehap rumah dan kini sudah habis.

 “Alhamdulliah dengan bantuan langsung tunai (BLT) yang di berikan oleh gampong bisa untuk tambahan kebutuhan saya selama covid tidak bisa bekerja,” ungkapnya

Keuchik Gampong Alue Buloh Sa, Munazir Arrani yang mendampingi Bakhtiar membenarkan kondisi yang dialami oleh warganya terkait sakit yang diderita dan kondisi rumah lapuk peninggalan neneknya yang terkena angin kencang, Minggu sore lalu.

Menurut keuchik setelah kejadian tersebut pada Senin pagi segera menghubungi tim BPBD Aceh Timur dan Dinas Sosial atas tindak lanjut tersebut dinas kabupaten melalui kasi sosial Kecamatan Simpang Ulim, Maimun dan TKSK Simpang Ulim, Amri menyerahkan bantuan masa panik kepada Bakhtiar berupa sembako pada Selasa (8/9/20) lalu. . 

“Bukan tidak dibuat oleh dana gampong. Padahal anggaran dana gampong tahun 2020 ini sudah menjadi prioritas agar bisa memperbaiki rumah Bakhtiar. Tapi, situasi saat ini kita menghadapi pandemi covid-19, dimana sebagian anggaran pembangunan fisik harus di refocusing kepada penanganan covid-19 dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sesuai perbub bupati Aceh Timur," kata Keuchik Munazir. 

Munazir juga menceritakan hal yang serupa terkait Bakhtiar bahwa  dia lah yang membawa ke Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kondisinya dan saat kembali ke Aceh timur dia menghubungi rumah sakit di Idi untuk pengobatan lanjutan.

“Kondisi yang tidak memungkinkan lagi Bakhtiar di Banda Aceh, jadi ya harus balik ke gampong, alhamdulillah setelah saya menghubungi pihak rumah sakit di Idi obat untuk TB tulang tersedia disini,” ungkapnya 

Hanya saja, tambah Munzir, sekarang ini Bakhtiar tidak bisa bekerja berat karena penyakitnya menyerang tulang belakang. hari ini dia terlihat dari gejalanya kembali muncul rasa sakit yang serupa.

“Maka, harus kembali melanjutkan pengobatan agar Bakhtiar bisa baik,” sebutnya.

Keuchik Munazir sangat memprihatinkan melihat kondisi Bakhtiar, dia berharap agar pemerintah dan para dermawan mau menyediakan rumah bantuan untuk Bakhtiar agar bisa kembali fokus untuk proses pengobatan TB tulang. 

“Bakhtiar untuk sementara waktu tinggal di rumah keluarganya, walaupun harus di ruang tamu dan seadaanya,” jelasnya. 

Rachman

Komentar

Loading...