Capella Ubud Hotel Terbaik di Dunia, Unik Berada di Hutan

Capella Ubud Hotel Terbaik di Dunia, Unik Berada di Hutan
Tempat santai. Foto/Capella Ubud

CAKRADUNIA.CO – Hotel Capella Ubud di Bali dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia tahun 2020 dalam daftar tahunan bergengsi The World's Best Awards versi majalah Travel + Leisure. Ada apa saja sih di sana?

Terletak di jantung hutan hijau yang rimbun, Capella Ubud menjadi hotel unik yang menyatu dengan keasrian alam di sekitarnya. Dikutip dalam website resmi Capella Hotels, tema hotel dan resornya terinspirasi oleh para pemukim awal Eropa tahun 1800-an yang dirancang oleh arsitek Bill Bensley pada tahun 2018.

Bensley adalah seorang arsitek lulusan Harvard Graduate School of Design, Amerika Serikat. Dia menghabiskan masa kecilnya dengan berkemah sehingga membangun penginapan dengan nuansa tenda adalah keinginannya sejak lama. Arsitek ini juga punya studio di Bali yang didirikannya sejak 1990 lalu.

Capella Ubud merupakan salah satu hotel mewah yang didesain Bensley selain Hotel Intercontinental, Danang, Vietnam. Hotel yang terletak di Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang ini memiliki lima tipe kamar dan menawarkan 22 vila mewah di hutan belantara Ubud. Meski terletak di tengah hutan, hotel terbaik di dunia ini justru dilengkapi dengan fasilitas mewah berupa gym indoor dan outdoor, kolam jacuzzi sampai spa.

 

Hotel Capella Ubud, Bali. Foto/Capella Ubud

Jika dilihat, hotel ini bentuknya mirip seperti rumah pohon yang dilengkapi dengan pemandangan indah dengan sungai hingga hamparan sawah serta pohon-pohon besar yang mengelilingi hotelnya. Capella Ubud resort juga memiliki beberapa restoran yakni Mads Lange, Api Jiwa, The Mortar and Pestle Bar dan The Camp Fire.

Dalam situs web pribadinya, Bensley menyebut pembangunan Capella Ubud sebagian besar memakai jasa perajin lokal. Setiap vila memakai kayu jati terbaik yang bisa bertahan puluhan tahun.

Lantai kayu jati itu disebut buatan perajin kayu dari Jawa Tengah. Pengerjaan pintu-pintu berukiran khas Bali pun melibatkan seniman lokal. Bensley menyebut dibutuhkan waktu setahun untuk menyelesaikan pintu-pintu yang berukiran indah itu.

Suasana ruangan padu dengan alam sangat asri dan nyaman. Foto.Capella Ubud

Bahkan, restoran yang dimiliki Capella Ubud juga bisa dipesan dan langsung diantarkan ke rumah. Di masa pandemi ini, Capella Ubud juga mendonasikan sebagian hasil dari penjualan makanannya untuk membantu keluarga lokal di Desa Keliki yang terkena dampak Covid-19.

Dilihat dari Tripadvisor, pengunjung yang ingin bermalam di Capella Ubud ini perlu merogoh kocek mulai dari Rp 12 juta-an per malam.

(dtktravel)

Komentar

Loading...