Arman Arfah; Inspirator dari Makassar

Arman Arfah; Inspirator dari Makassar
Arman Arfah. Ist

Mate watang temmate rampe rampe....
Lollong suloi jemmae...
Temmangki riwari...
Najello alena...
(Mati jasad tak mati nama baik....
Bersama pelita bagi orang baik...)
Eja pi nikana doang.

PRIBAHASA di atas adalah pribahasa dari leluhur Makassar, yang memiliki arti; seseorang dikenal atas karya dan perbuatannya. Sekalipun pribahasa di atas diucapkan beratus-ratus tahun silam oleh leluhur, tapi sampai sekarang kandungan makna di dalamnya masih relevan untuk dijadikan spirit bagi pembaca agar terus berkarya dan atau melakukan sesuatu yang lebih berarti ketimbang diam apalagi berkeluh kesah.

Benar adanya bahwa tindakan nyata akan menjadi permata bagi banyak orang ketimbang ucapan-ucapan apalagi janji-janji tanpa kepastian. Ucapan tanpa tindakan sama halnya dengan meludah ke atas langit, Appikru naiki ri langika, demikian pribahasa Makassar mendedah.

Tampaknya pribahasa Eja pi nikana doang menjadi spirit tersendiri bagi Arman Arfah untuk terus memberi edukasi kepada masyarakat pesisir dalam melakukan pemberdayaan rumput laut sehingga rumput laut memiliki nilai dan terutama nilai jual yang nantinya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Sebagai ketua Asosiasi Petani dan Pengelolaan Rumput Laut Indonesia, Arman Arfah tentunya tahu bagaimana mengelola dan terutama mendistribusikan agar ekonomi kerakyatan terus tumbuh, tidak statis. Itulah sebab ia dengan segala upaya terus menghidupkan dan merevitlasasi hakekat berkoperasi sebagai soko guru ekonomi nasional yang juga menjadi tanggung jawabnya sebagai ketua kospermindo.

Menghadirkan koperasi di tengah-tengah masyarakat tentu saja tidak mudah. Penyebabnya adalah selain banyak persaingan, koperasi sebagai bagian dari badan usaha Negara kurang mendapat perhatian

Demi terwujudnya gerakan ekonomi kerakyatan, Arman Arfah yang juga penggiat Koperasi Indonesia ini tidak sekadar mengedukasi masyarakat untuk terus produktif dalam mengolah hasil rumput laut dan agrobisnis lainnya akan tetapi ia juga terus membenahi dan menghadirkan gerakan cinta koperasi sehingga menjadi ruang kolaboratif yang dinamis.

Pengalaman-pengalaman Arman Arfah yang juga pendiri Kospermindo (Koperasi Serikat Pekerja Merdeka Indonesia) ini tertuang dalam buku terbarunya  “Canada Taught Me” Kisah Inspratif Gerakan Koperasi, (Pustaka Anom, 2020). Adalah buku karya terbaru penulis kelahiran Watampone, 9 Februari 1965. Ia merekam jejak perjalanannya selama di Canada sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mempresentasikan tentang gerakan-gerakan koperasi.

Buku “Canada Taught Me” Kisah Inspratif Gerakan Koperasi, sendiri tidak hanya berisi tentang seputar dunia koperasi, tapi juga beragam pengalaman-pengalaman penting Arman Arfah sendiri yang senantiasa berjuang dan memperjuangkan usaha-usaha ekonomi berbasis kerakyatan sekalipun kesadaran pentingnya koperasi di kalangan masyarakat kurang mendapat tempat, ungkap penulis yang menyelesaikan pendidikan Strata Satunya di Universitas STIE-YPUP Makassar, kemudian gelas untuk Magister Managementnya ia selesaikan di Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS) Fakultas Ekonomi.

Dengan membaca buku “Canada Taught Me”, Kisah Inspiratif Gerakan Koperasi, kita seperti diajak berjalan-jalan mengitari pemandangan bumi Makassar sebagai titik awal perjuangan penulis sendiri, Arman Arfah. Dengan membaca buku ini pula imajinasi kita akan dimanja oleh pemandangan-pemandangan Canada dan kondisi sosial masyarakatnya, terutama mereka yang memiliki komitmen, disiplin, dan pantang pulang sebelum apa yang dicita-citakan terwujud. Demikian juga dengan Arman Arfah.

Buku yang dikemas dengan bahasa sastrawi ini penting untuk dimiliki dan dibaca, sebagaimana pentingnya memiliki dan membaca buku-buku yang ditulis oleh pelawat-pelawat asing ke Nusantara.

Mahwi Air Tawar, Budayawan asal Madura

Komentar

Loading...