Apresiasi Sidak Bupati, Rusman Salam Harus di Nonjob?

Apresiasi Sidak Bupati, Rusman Salam Harus di Nonjob?
Sekretaris DPW PDA Aceh Jaya, Nasri Saputra

CAKRADUNIA.CO, Calang - Sekretaris Umum Partai Daerah Aceh (PDA) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kabupaten Aceh Jaya, Nasri Saputra mengapresiasi langkah Bupati Aceh Jaya Drs H. T Irfan TB yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke dinas - dinas menjelang berakhirnya tahun 2019.

“Sidak itu untuk memastikan keberlangsungan kedisiplinan ASN dalam menjalankan tupoksinya, dalam sidak tersebut bupati menemukan Kadis PUPR, Rusman Salam dan Disperindagkop sedang tidak berada diruang kerja pada saat jam kerja dan alasan yang dipertanggungjawabkan terkesan alibi,”kata Nasri

Dalam konteks ini, Irfan TB menunjukkan kepekaannya terhadap pemastian apa yang sebenarnya terjadi di dinas-dinas termasuk PUPR yang sedikit viral dimedia.

Sebelumnya, jelas Nasri, Komisi C DPRK Aceh Jaya yang dipimpin Ketua Ibu Fitri Mayalisa, S. Sos. I menyambangi kantor PUPR Aceh Jaya, hal itu dilakukan berdasarkan laporan yang ia terima dari masyarakat bahwa kadis jarang masuk kantor, sulit ditemui dan birokrasi berbelit - belit.

Berangkat dari itu, Komisi C ingin memastikan apa benar atau tidak laporan tersebut. Saat itu komisi C bertandang ke kantor PUPR dan mengaku kecewa karena sang kadis sedang tidak berada dikantor, mirisnya lagi komisi C mengaku menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh oknum staf PUPR yang memanipulatif tanda tangan sang kadis.

Wakil Bupati Aceh Jaya kepada media saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu menyebutkan jika pihaknya belum menerima laporan terkait hal itu dan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, Setdakab dan Inspektorat.

Pernyataan wakil bupati tersebut mengindikasikan adanya ketidak beresan di dinas yang seharusnya berfungsi sebagai jantung pemompa yang mentransfrusi pembangunan keseluruh pelosok Aceh Jaya.

Desakan pencopotan kadis muncul, salah satunya anggota Komisi C DPRK Aceh Jaya H Syamsuddin Yahya, SE kemedia publik menyampaikan pihaknya minta bupati segera copot kadis PUPR karena tidak ada sisi yang dinilai layak untuk dipertahankan.

Mauly Harisman Mahasiswa Aceh Jaya yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) juga menyampaikan harapan yang sama agar bupati mempertimbangkan keberadaan Rusman Salam, dan Rusman dinilai gagal dalam merealisasikan visi misi bupati & wakil bupati 2017 - 2022.

"Kadis PUPR gagal," sebut mahasiswa ilmu politik Unsyiah.

Sebelum melakukan sidak Bupati Irfan juga pernah menyebutkan kemedia dirinya belum menerima laporan, bahkan saat itu ia mengatakan akan segera memerintahkan Inspektorat Aceh Jaya untuk melakukan investigatif terhadap dinas PUPR, dan akan berkoordinasi dengan baperjakat serta bupati juga menerima laporan bahwa sang kadis sedang dinas luar di Banda Aceh koordinasi Otsus 2020.

"Saat itu pak bupati sepertinya masih percaya dengan laporan sedang DL, tapi saat sidak Bupati mengaku kecewa kadis PUPR dan Disperindagkop tidak masuk kantor,"pungkas Nasri

Ditambah lagi, pernyataan Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya Teuku Asrizal, SH dimedia yang menyimpulkan Dinas PUPR tidak peka. Bahkan Asrizal melekatkan kata Kloe Priep untuk dinas PUPR.

Dalam hal ini Nasri sepakat dengan kata peka Teuku Asrizal, akan tetapi saya lebih menitip berat "peka" kah bupati untuk sebuah pertimbangan kebijakan dan keputusan untuk PUPR.

Dalam pandangannya, Nasri mengatakan Inspektorat dan baperjakat tidak perlu lagi melakukan investigasi ke dinas PUPR pasca bupati melakukan sidak.

"Sekarang Inspektorat dan beperjakat harus fokus, dan segera mengeluarkan rekomendasi yang melahirkan sebuah keputusan kongkrit terhadap keberlangsungan pembangunan daerah dan birokrasi yang bersih dan transparan serta pencapaian target kinerja," saran Nasri

Nasri juga berharap dan meminta Tim TEPRA Aceh Jaya yang dipimpin Kabag Pembangunan Sekdakab Aceh Jaya, Teuku Khairullah, SE untuk mengumumkan ke publik data daftar realisasi serapan anggaran oleh dinas – dinas tahun 2019. (DF)

Komentar

Loading...