D.Kemalawati :

Apa Arti Anugerah Kebudayaan

Apa Arti Anugerah Kebudayaan
D.Kemalawati, penerima anugerah Budaya Syah Alam PKA ke-7 tahun 2018. Ist

PADA Pekan Kebudayaan Aceh (PKA7) ke-7  tahun 2018 lalu,  bersama beberapa pelaku kebudayaan kami mendapat ‘ganjaran’ sebagai penerima Anugerah Budaya Shah Alam oleh Pemerintah Aceh. Diantara penerima penghargaan itu ada penyair senior Aceh kakanda Rosni Idham, adinda Teuku Ahmad Dadek, Mami Cut Padang (Cut Asiah) dan alm Yusuf, seniman teater ayahanda dari kak Yanimar Yusuf.  

Meski kami berlima berasal dari Meulaboh, tapi saya satu-satunya yang diusul oleh pemko Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh. Kabid Kebudayaan Kota Banda Aceh, ibu Daswita Mandeh menelpon saya berkali-kali untuk melengkapi bahan usulan sebagai calon penerima anugerah Kebudayaan mewakili Kota Banda Aceh. 

Awalnya kepada ibu Kabid Kebudayaan Banda Aceh itu, saya menolak dicalonkan sebagai penerima Anugerah karena saya saat itu bertugas di Disbudpar Aceh. Tak elok rasanya sebagai pribadi yang sedang aktif di instansi yang melaksanakan event kebudayaan itu bersaing untuk menjadi penerima penghargaan. 

Baca juga:Puisi-Puisi D Kemalawati: Tasawuf Daun

Tetapi keberatan saya tak digubris oleh panitia PKA Kota Banda Aceh. Mereka tetap mengusulkan nama saya dalam daftar nama-nama calon penerima penghargaan kebudayaan  yang seingat saya lebih dari sepuluh orang itu. 

Penerima Anugerah Kebudayaan Aceh dari 23 Kabupaten-Kota yang diusulkan oleh masing-masing daerah diversifikasi oleh tim yang dibentuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.  Kami yang lolos verifikasi diundang ke Banda Aceh untuk mempresentasikan karya kerja kebudayaan yang selama ini kami laksanakan sehingga dianggap layak menerima Anugerah Kebudayaan.

 

Penerima Anugerah Budaya PKA ke-7

Begitulah,  akhirnya Anugerah itu diberikan penyelenggara dengan acara serimonial yang megah di Khatibul Wali oleh Plt Gubernur Aceh Bapak, Nova Iriansyah yang dihadiri oleh petinggi Aceh, para juri dan keluarga para penerima. 

Apa arti penting memberi penghargaan kepada tokoh kebudayaan bagi Pemerintah Aceh itu sendiri?  Pertanyaan ini kerap muncul dalam pikiran saya sebagai penerima Anugerah yang diberikan saat perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh yang diprogramkan lima tahun sekali. 

Saya tidak merasakan ada perhatian atau perlakuan yang lebih terhadap para penerima penghargaan tersebut, tidak seperti perlakuan yang diberikan kepada mereka yang berprestasi di bidang olah raga.  

Begitupun, saya tetap berharap penghargaan terhadap pelaku kebudayaan tetap dipertahankan untuk diberikan, bukan saja hanya pada saat Pekan Kebudayaan Aceh digelar lima tahun sekali. Mungkin bisa dipikirkan, apa tugas dan kewajiban para penerima Anugerah Kebudayaan untuk kemajuan daerah Aceh yang kita cintai bersama. Syabas!.(Dikutip di branda FB D Kemalawati)

Komentar

Loading...