Anggota DPRA Sulaiman: Kenapa Dana Dayah Dipangkas untuk Covid-19, Bukan Dana Multiyears

Anggota DPRA Sulaiman: Kenapa Dana Dayah Dipangkas untuk Covid-19, Bukan Dana Multiyears
Anggota DPRA Sulaiman SE

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh Sulaiman SE kembali mempertanyakan kebijakan yang telah diambil Pemerintah Aceh terkait pengalihan anggaran pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk penanganan wabah Covid-19. Sebab kebijakan itu telah menimbul polemik luas ditengah masyarakat.

Sulaiman juga mengaku heran dengan langkah yang telah diputuskan oleh Pemerintah Aceh. Padahal, Dinas Pendidikan Dayah merupakan sebuah bentuk kekhususan Aceh. Seharusnya, bisa mengalihkan anggaran pada proyek-proyek multiyers.

"Kenapa harus anggaran untuk dayah yang dipangkas. Bukan kah ada anggaran multiyears," tanya mantan Ketua DPRK Aceh Besar, Minggu (10/5) penasaran.  

Menurutnya, pengalihan anggaran pembangunan tahun jamak itu bakal cukup untuk penanganan Covid-19 di Aceh. Begitupun dengan proyek tahun jamak dinilai sangat tertutup dan terkesan dipaksakan.

"Berdasarkan informasi yang kita peroleh anggaran proyek multiyers mencapai Rp 2,7 T," ujar anggota Komisi II DPRA ini.

Selain itu, menurut penilaian dia, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Aceh sering menuai polemik di kalangan masyarakat, seperti masalah karung beras (gody bag) beberapa waktu yang lalu.

Polemik waktu itu, tambahnya, kenapa warna biru pada kemasan dan logo pancacita paket bantuan yang dibagikan oleh Pemerintah Aceh kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.  Karena, warna tersebut dinilai oleh masyarakat banyak indentik dengan warna partai politik tertentu.[re] 

Komentar

Loading...