iklan bener Duka Cita Gub - Bambang

Aliansi Buruh Aceh minta Pemerintah Awasi Tenaga Kerja Asing

Aliansi Buruh Aceh minta Pemerintah Awasi Tenaga Kerja Asing
Aliansi Buruh Aceh sedang berorasi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu 6 Februari 201

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh (ABA) menggelar aksi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu 6 Februari 2019. Dalam aksi tersebut mereka menyerukan sejumlah tuntutan terkait isu isu kaum buruh diantaranya, penolakan tenaga kerja asing, penolakan Permenkes 51 tahun 2018 dan Qanun ketenagakerjaan yang belum di Implementasikan.

Kehadiran tenaga kerja asing di Aceh saat ini dinilai sangat meresahkan, karena Aceh masih menyumbang angka pengangguran cukup tinggi, yaitu diatas rata-rata nasional mencapai 6,39 persen. Maka pemerintah perlu menindak dan mengawasi dengan serius tenaga kerja asing di Aceh dengan memperhatikan angka pengangguran tersebut, sehingga bisa menyerap tenaga lokal, apalagi tenaga kerja asing tersebut tidak memiliki skill.

"Kita menolak tenaga kerja asing yang unskill dan unprosedur, kita juga punya tenaga kerja sendiri yang terampil," kata Sekretaris ABA Habibi Inseun kepada sejumlah wartawan usai melakukan orasinya.

Kasus Lafarge Holcim lalu yang memulangkan tenaga kerja asing menurut Habibi karena mereka tidak memiliki prosedur yang valid untuk bekerja.

"Maka dalam hal ini pemerintah kita gagal dalam mengatisipasi masuknya tenaga kerja asing ke daerah," ujarnya.

Untuk itu kata Habibi, Qanun Aceh nomor 7 tahun 2014 yang mengatur tentang ketenagakerjaan harus segera dijalankan terutama dalam hal penempatan tenaga kerja asing tersebut.

Habibi mengungkapkan, tenaga kerja asing yang sudah masuk ke Aceh perlu di data, diawasi ditindak dengan dimintai dokumen mereka. Karena menurutnya tenaga asing itu sekarang sudah masuk ke Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tengah dan Aceh Barat.

"Qanun ketenagakerjaan sudah mengatur itu semuanya, pemerintah perlu menjalankan qanun supaya tidak terjadi lost control terhadap jumlah tenaga kerja asing," tegasnya.

Usai melakukan orasi di Bundaran Simpang Lima, rencananya massa akan melanjutkan orasi di kantor DPRA dengan konvoi kendaraan bermotor dan alat peraga aksi.

Syukran Jazila

Komentar

Loading...