Akses Jalan Berlumpur, 7 Siswi SMPN 3 Julok Jarang ke Sekolah

Akses Jalan Berlumpur, 7 Siswi SMPN 3 Julok Jarang ke Sekolah
Kepala Sekolah SMPN 3 Julok, Aceh Timur, Hasmah Zahara, S.Pd., M.M saat berada di lokasi jalan yang tergenang dan berlumpur yang setiap hari dilintasi tujuh siswi dari dusun Alue Meu Ie yang berjarak sekitar 1 km dari sekolhanya. Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Akibat akses jalan suliot dan berlumpur karena masih kontruksi tanah dan sering tergenang air serta lokasi sekolah jauh dari tempat tinggalnya, tujuh siswi SMPN 3 Julok jarang ke sekolah.

Kisah miris ini, dialami pelajar dari Dusun Alue Meu Ie, Gampong Buket Bata. Kecamatan Pante Bidari, sering tidak mengikuti proses belajar mengajar (PBM).

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Julok Hasmah Zahara, S.Pd., M.M. Selasa (10/11/2020) karena penasaran mengajak salah satu guru untuk menelusuri akses jalan penghubung antara dua gampong yakni Dusun Proyek Sosial  Gampong Blang Gleum lokasi sekolah SMPN 3 Julok dengan dusun Alue Meu Ie Gampong Buket Bata,  

"Ini satu-satunya akses jalan terdekat sekitar 1 kilometer bagi 7 siswi kami, ketika pergi dan pulang sekolah, dari pada jika mereka harus bersekolah ke Lhoknibong yang jaraknya sekitar 5 km, " ujarnya di lokasi. 

Akibat jalur akses ayang sulit inilah salah satu penyebab ketidakhadiran mereka kesekolah  sambil menunjukkan jalan tanah yang tergenang air dan semak belukar disepanjang jalan

Jika musim hujan seperti ini, kata Hasmah, jalan akan banyak tergenang air dan becek apalagi ketujuhnya perempuan dengan berbeda tingkatan kelas itu, jika seorang tidak kesekolah maka ketujuhnya tidak bersekolah," tambahnya

Kedepan, Hasmah berharap Pemkab Aceh timur melalui dinas PU dapat memprioritaskan kondisi jalan seperti ini tidak terjadi lagi dan siswi bisa bertambah di tahun ajaran baru.

"Seandainya akses jalan menuju ke SMP Negeri 3 Julok sudah bagus atau memadai, maka anak-anak dari Alue Meu Ie semuanya akan sekolah ke SMP 3 Julok, itu  dampak positif bagi sekolah yang selalu kekurangan siswa,"  ungkapnya berharap

Salah satu wali kelas, Nurlenawati S.Pd yang pernah tinggal di Dusun Alue Meu Ie, mengatakan bahwa ancaman atau bahaya dari binatang liar yang berkeliaran dihutan juga menjadi kekhawatiran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Mereka berjalan kaki untuk kesekolah, sehingga jika kondisi hujan, dan semak belukar sangat ditakutkan berbahaya untuk mereka ke sekolah,"ujarnya

Komite SMPN 3 Julok, Usman yang juga warga Dusun Proyek Sosial membenarkan kondisi yang sering di alami oleh siswi kami di sekolah yang berasal dari dusun Alue Meu Ie Gampong Buket Bata.

“Mohon pemkab memperhatikan jalan menuju sekolah ke depan lain baik dan pelajar nyaman ke sekolah,”katanya penuh harap.

Rachman

Komentar

Loading...