Akibat Covid-19, Pengembang Perumahan Belum Bisa Akad Kredit

Akibat Covid-19, Pengembang Perumahan Belum Bisa Akad Kredit
Perumahan Griya Mahoni di Meulaboh. Foto/Arhamar Ridha

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Akibat dari pandemi covid-19, para pengusaha  pengembang perumahan di pantai barat selatan Aceh mengeluh karena sampai saat ini belum bisa melakukan akad kredit dengan calon pembeli di perbankan.

Pengembang perumahan dari Griya Mahoni, Arhamar Ridha,  S. Sos kepada cakradunia.co,  Kamis (7/5/20) mengatakan,  pengembang perumahan di pantai barat selatan Aceh masih menunggu kepastian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait rencana penambahan anggaraan subsidi sebesar Rp1,5 triliun. 

“Stimulus pemerintah untuk rumah subsidi sebesar Rp1,5 triliun ini, sebenarnya sudah bulan lalu sebagaimana telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulayani dan dipertegas lagi oleh presiden melalui stimulus,"katanya,

Ketegasan tersebut disampaikan presiden supaya kuota subsidi agar segera di luncurkan pada bulan April 2020. Namun yang  menjadi  persoalan hingga Mei tahun ini,  belum ada tanda tanda realisasi. 

Sebenarnya, katanya, komitmen pemerintahan Jokowi sudah cukup bagus untuk sektor properti, karena kondisi ekonomi  yang menurun akibat dari meluasnya covid-19 sampai saat  ini masih banyak pengembang belum bisa akad kredit karena masalah anggaran terbatas.

Menurutnya, dampak besar dirasakan masyarakat saat ini sehingga banyak peminat rumah subsidi pemerintah sudah mengantri di bank untuk  pembiayaan KPR FLPP, atau BP2BT. 

 "Kami pengembang berharap dengan kondisi sulit saat ini, sepatutnya jangan membuat aturan yang menyulitkan buat MBR. Perbankan dan pengembang sehingga industri perumahan tetap berjalan dengan baik," ungkap alumni UTU

Arhamar mengingatkan pemerintah selain dampak covid-19, industri perumahan bisa menggerakkan industri dan sangat potensial menggerakkan perekonomian dalam kondisi sekarang, untuk jangan dihambat dengan aturan yang sulit. 

“Untuk itu kami berharap pihak terkait  segera meluncurkan kuota rumah pada bulan ramadhan ini, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa tinggal dan berlebaran di rumah baru bersama keluarga tercinta,”tutup mantan aktifis sosial ini penuh harap. 

Fitriadilanta

Komentar

Loading...