8 Warga Bom Ikan Ditangkap Tim Gabungan, Panglima Laot Minta Usut Tuntas

8 Warga Bom Ikan Ditangkap Tim Gabungan, Panglima Laot Minta Usut Tuntas
Kepala Pangkalan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Basri, A.Pi, M.Si

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Delapan warga Lam Badeuk, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar yang diduga selama ini melakukan pengebom ikan di kawasan Aceh Besar ditangkap tim gabungan  Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pusat bersama Polisi Airud Polda Aceh di perairan Burok, Kecamatan Masjid Raya, Kamis siang (18/6).

Kepala Pangkalan PSDKP Pusat, Basri A.Pi, M.Si didampingi Kasi Ops Was dan PP, Herno Adianto, S.Pi dan Humas Mukhlis, S.Pi, M.Si kepada cakradunia.co, Jumat siang (19/6) mengatakan, kedelapan warga Gampong Lam Badeuk ketika ditangkap posisi mereka berada di kawasan Burok, Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar arah Krueng Raya dalam dua perahu terpisah.

“Tim gabungan PSDKP dan polisi air menangkap ke-delapan mereka yang sedang berada di kawasan Burok di atas Desa Ujung Bate, Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar dan kami telah amankan mereka di kantor untuk diperiksa lebih lanjut,”katanya.

Sejak semalam, tim gabungan telah melakukan periksaan awal terhadap dua warga dan sisanya akan dilanjutkan hari ini untuk mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan tersebut. Dalam perahu mereka, tim gabungan menemukan dalam ikan.

Kedelapan warga Lam Badeuk tersebut ditangkap menggunakan KP Napoleon 045 milik Pangkalan PSDKP Lampulo yang di Nakhodai oleh Capt Zulfikar, S.Pi bersama crew dari pangkalan Lampulo dan cwew Airud Polda Aceh.

Panglima Laot Aceh Besar, Pawang Baharuddin. Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

Sementara itu, secara terpisah Panglima Laot Aceh Besar, Pawang Bahar minta kasus pengeboman ikan diusut sampai tuntas, sehingga menjadi efek jera bagi mereka, karena sudah puluhan tahun sejumlah warga di Lam Badeuk setiap hari melakukan pengeboman ikan di perairan Aceh Besar dan sekitarnya yang sangat merugikan masyarakat nelayan.

“Kami minta, tim gabungan PSDKP dan polisi air usut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya, karena mereka telah menghancurkan temburu karang yang sangat merugikan masyarakat nelayan. Jadi, perlu diusut  dari mana bahan peledak dan siapa yang mendukung pengeboman itu,”katanya.

“Kalau dilepas begitu saja tanpa kejelaskan, kasus pengeboman ikan akan berulang lagi. Sayang nelayan dan terumbu karang yang dilindungi negara hancur, sehingga nelayan yang memancing selama ini sulit kali dapat ikan,”tambah Pawang Bahar prihatin. (HH)

Komentar

Loading...