5.005 Titik Jaringan PDAM Tirta Daroy Bocor, Kehilangan Pendapatan Miliar Rupiah

5.005 Titik Jaringan PDAM Tirta Daroy Bocor, Kehilangan Pendapatan Miliar Rupiah
Bak penyaringan air bersih milik PDAM Tirta Daroy Banda Aceh di Lambaro, Aceh Besar. Ist

CAKRADUNIA.CO, BANDA ACEH – Sebanyak  5.005 lokasi sambungan pipa milik PDAM Tirta Daroy Banda Aceh ke rumah konsumen mengalami kebocoran. Bila dibiarkan berlarut-larut, Pemko Banda Aceh bisa kehilangan pendapatan miliar rupiah.

Temuan ini diperoleh oleh Tim Akademi Teknik Tirta Wiyata, Magelang, Jawa Tengah belum lama ini. Angka itu setelah Tim Akademi Teknik Tirta Wiyata tersebut diberi tugas oleh Dinas PUPR Kota Banda Aceh untuk survei jaringan lalu menyusun kebijakan dan strategi penyelenggaraan Sistem Penyediaan air Minum (SPAM) Kota Banda Aceh tahun 2022-2026

“Baru sekitar 1.200 sambungan yang diperbaiki. Sisanya masih perlu ditangani lagi,” kata Ketua Tim Pelaksana Pekerjaan Swakelola Akademi Teknik Tirta Wiyata, Awaluddin Setia Aji, pada rapat Pembahasan Penyusunan Dokumen Kebijakan dan Strategis Daerah Pengembangan Sistem Penyediaan air Minum Kota Banda Aceh 2022-2026, di Kantor Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jumat (22/10/2021).

Pertemuan itu dipimpin oleh Kadis PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin yang turut dihadiri anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Daroy, Samsul, Ilham, Said, Kepala Balai Prasarana Perkim Aceh, M Yuzar Habibie, perwakilan Balai Sungai Wilyah I Sumatera, Direktur Teknik PDAM Tirta Daroy, Irwandi,  dan beberapa unsur dinas teknis lainnya.      

Tim akademik Teknik Tirta Wiyata dalam melaksanakan tugas, Kata Awaluddin, melibatkan delapan tenaga ahli perpipaan dan air yang ada di Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang. Selain itu, mereka juga menggunakan sembilan unit alat elektronik ultrasonic untuk mendapatkan data-data terkini yang dibutuhkan Dinas PUPR Kota Banda Aceh untuk penyusunan dokumen Kebijakan dan Strategi Penyelenggaraan SPAM 2022-2026 guna meng update Rencana Induk Strategi SPAM (Rispam) Kota Banda Aceh 2015-2035.

Menurut Awaluddin, yang perlu menjadi perhatian Dinas PUPR Kota Banda Aceh dan pengelola PDAM Tirta Daroy, tingkat kehilangan air dalam perjalanannya dari reservoir di Lambaro dan reservoir lain, ke rumah-rumah pelanggan masih sangat tinggi, mencapai 37-40 persen.

 “Jadi, salah satu faktor penyebab tingginya persentase air yang hilang karena kebocoran pipa distribusi. Jumlahnya mencapai 5.005 sambungan rumah tangga. Kalau kecocoran ini tidak segera diperbaiki, setiap bulannya PDAM Tirta Daroy akan mengalami kehilangan pendapatan mencapai miliar rupiah,” jelasnya.

Awaluddin menyarankan program tambahan debit air baku dari Brayeun Leupung, Aceh Besar, untuk PDAM Tirta Daroy sebanyak 200 liter/detik, perlu segera dijalankan oleh Balai Prasarana Perkim Aceh, guna mengurangi biaya beban pengolahan air minum PDAM Tirta Daroy.

Karena pengolah air baku dari Sungai Brayeun Leupung, sangat murah, dibanding mengolah air baku dari Krueng Aceh. Bahkan untuk mengatasi intrusi air laut, Balai Sungai Wilyah I Sumatera, perlu segera membangun kembali bendungan karet yang baru di Krueng Aceh.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh,  Jalaluddin mengatakan, kerja sama dengan Tim Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang, akan dilanjutkan tahun depan untuk segera mengupdate dokumen Rispam Kota Banda Aceh 2015-2035.

Sedankan Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan, pihaknya terus menindaklanjuti temuan Tim Akademi Teknik Tirta Wiyata tersebut. 

“Dari 5.005 kebocoran pipa distribusi, 1.200 sambungan sudah diperbaiki. Sisanya akan kami perbaiki secara bertahap,” ujarnya optimis.(si)

Komentar

Loading...