34 DPD Demokrat Ucap Sumpah Jempol Darah

34 DPD Demokrat Ucap Sumpah Jempol Darah
34 DPD menyatakan sikap setia pada Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY secara bergiliran. Foto: CNN Indonesia/ Syakirun Niam

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar agenda Rapat Pimpinan dengan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Indonesia, Minggu (7/3).

Sebanyak 34 DPD menyatakan sikap setia pada Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY secara bergiliran.

Mereka juga menolak hasil KLB yang dilakukan oleh sejumlah mantan anggota dan kader partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara, Jumat (5/3).

"Saya ketua DPD DKI Jakarta menolak KLB abal-abal dan akan tetap setia pada ketua umum AHY dengan dibuktikan tadi pagi, cap darah," ucap Santoso ketua DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta.

Setiap perwakilan DPD membawa Surat Keputusan (SK) resmi penetapan sebagai pemilik suara yang sah berdasarkan Kongres ke-5 Partai Demokrat tertanggal 15 Maret 2020

Ia menyebut pernyataan sikap setia kepada Partai Demokrat merupakan sebuah bentuk commanders call.

Dalam istilah militer, kata AHY, itu digunakan untuk komandan pasukan yang merapatkan barisan. Dalam hal ini, DPD dianggap AHY sebagai komandan yang akan memimpin perlawanan.

"DPD yang hadir di sini sebagai komandannya," ucapnya.

Selain itu, AHY berterima kasih kepada DPD yang tetap setia kepada Partai Demokrat meski keadaan sedang terpuruk.

"Saya juga mengucapkan terima kasih atas kebulatan dan kesetian para ketua DPD yang saya hormati dan banggakan," kata AHY.

Diketahui, sebelum Rapim dimulai, ratusan kader Partai Demokrat melakukan cap jempol menggunakan darah di halaman kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jakarta, Cipayung, Jakarta Selatan, Minggu (7/3) pagi.

Cap jempol dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap melawan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Barat pada Jumat (7/3) lalu.

(cnni)

Komentar

Loading...