24 Camat Aceh Timur Ikut Musrenbang Anggaran 2022

24 Camat Aceh Timur Ikut Musrenbang Anggaran 2022
Sekda Aceh Timur didampingi Asisten Pemerintahan, Syahrizal Fauzi ketuka membuka Rakor Musrenbang RKPK Tahun 2022 di aula Bapeda Aceh Timur. Foto Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekdakab Aceh Timur.

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Sebanyak 24 Camat kabupaten Aceh Timur mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPK Tahun 2022 yang dipimpin sekda Aceh Timur Mahyuddin Syech Kalad di aula Bappeda, Selasa (2/2/2021).

“Hari ini kita evaluasi kinerja tahap persiapan awal tahun dan membahas percepatan penyerapan anggaran desa dan memburu penyusunan anggaran pendapatan gampong,” ujar Sekda Mahyuddin.

Mahyuddin menambahkan, persoalan lain yang dibahas dalam Rakor tersebut mengenai kinerja aparatur gampong dan Covid-19. Karena kasus Covid-19 di Indonesia menempati angka paling tinggi positif Covid-19 di Asia Tenggara.

Tujuan Rakor dengan semua camat, kata Sekda, untuk mempercepat realisasi anggaran pendapatan gampong, sehingga segera ada penyerapan tenaga kerja dan daya beli masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi di Aceh Timur khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.

“Yang ingin dicapai dalam Rakor ini  kinerja gampong cepat terealisasi, jangan menunggu terealisasi pada Desember 2021. Kita berharap pada Desember persentasinya sudah kecil,” tutur Mahyuddin yang juga berharap kepada camat di Aceh Timur supaya pada pertengahan Februari 2021 semua anggaran pendapatan gampong selesai. 

    

Camat dalam Kabupaten Aceh Timur saat mengikuti Rakor Musrenbang RKPK Tahun 2022.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Aceh Timur, Muhammad Faisal, SP mengatakan camat punya wewenang mengawasi dana desa. Inspektorat tidak sanggup mengaudit seluruh desa di Aceh Timur.

“Saya juga meminta kepada camat agar dapat meminimalisir permasalahan yang terjadi di desa, sehingga tidak menjadi temuan karena kurangnya pengawasan. Tahun ini ada 16 desa yang diaudit secara reguler,” kata Faisal.         

Kepala Badan Penanggulangan bencana (BPBD) Aceh Timur, Ashadi diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan terkait bencana di hadapan puluhan camat.

Kata Ashadi, Satgad Covid-19 Aceh Timur telah membagikan buku berisikan Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Timur Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Saat ini kita lihat ada sejumlah kasus terjadi di desa, seperti tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Mulai saat ini kita harapkan setiap kegiatan minimal harus ada izin dari keuchik (kepala desa). Satgas Covid-19 tidak melarang kegiatan asalkan jangan menimbulkan kerumunan,” tegas Kepala BPBD Aceh Timur.         

Selain membahas permasalah bencana Covid-19, Ashadi juga memaparkan terkait bencana banjir yang terjadi di akhir 2020 dan awal 2021. hampir semua kecamatan di Aceh Timur mengalami dampak bencana banjir.

“Terkait sarana yang rusak akibat banjir, Pemkab Aceh Timur akan mencari solusi untuk memperbaiki. Salah satu kendala kita sekarang ini adalah keterbatasan anggaran,” kata Ashadi.

Selaian Sekda Aceh Timur Mahyuddin Syech Kalad dalam acara tersebut turut hadir, Asisten Pemerintahan pada Sekdakab Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, SSTP MAP, Kepala Inspektorat Aceh Timur, Muhammad Faisal, SP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG), Adlinsyah, S.Sos, M.AP, Kepala BPBD, Kepala Bapeda, sejumlah OPD terkait lainnya, dan para Camat se-Aceh Timur.             

Rakor yang berlangsung sehari tersebut mematuhi protokol kesehatan. Para peserta diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak. (Man/Re)

Komentar

Loading...