Breaking News

2 Perangkat Gampong Dipecat Sepihak, YLBH Aceh: Akan PTUN-kan Keuchik Zulkifli

2 Perangkat Gampong Dipecat Sepihak, YLBH Aceh: Akan PTUN-kan Keuchik Zulkifli
Dua perangkat Gampong Lueng Peut, Madat, Aceh Timur yang di pecat sepihak oleh Keuchik Zulkifli, Hidayatullah (kanan) dan Zubir. Ist

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Sembilan bulan menjabat sebagai Keuchik Gampong Lueng Peut, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur,.Zulkifli mengeluarkan surat pemecatan kepada dua perangkat gampongnya, karena tidak bisa bekerjasama dengannya..

Ketika dikomfirmasi cakradunia.co, Selasa (24/11/2020) sore, Keuchik Zulkifli membenarkan telah memecat secara hormat dua perangkat gampongnya, masing-masing Hidayatullah, Kaur Urusan Umum dan Perencanaan dan Muhammad Zubir, Kepala Dusun Ar Hanafiah, sebagaimana surat keputusan keuchik Nomor 150 dan 151/2012/ 2020, yang dikeluarkan pada tanggal 09 November 2020, di tanda tangani olehnya.

Kedua mereka tidak berfungsinya kinerja, sehingga pelayanan masyarakat tidak berjalan dengan baik dan tidak mengikuti arahan yang disampaikan pimpinan pemerintahan gampong.

“Mereka tidak bisa berkoordinasi dengan baik dan cenderung melawan apa yang disampaikan pimpinan gampong dan menyebarkan isu-isu yag merusak stabilitas harmonisasi di masyarakat,”kata Keuchik Zulkifli.

Menurut Zulkifli, sudah sembilan bulan mempertahankan perangkat gampong tersebut agar bisa bekerjasama dalam pembangunan dan sudah pernah menegur apa yang mereka lakukan. Namun, setiap ada kegiatan mereka sangat jarang berkomunikasi dan melakukan kegiatan terkadang tanpa sepengetahuannya.

Lebih lanjut, Zulkifli menceritakan apa yang didengar dari masyarakat bahwa tidak terbangunnya komunikasi selama ini karena terpilihnya keuchik bukan asli masyarakat Gampong Lueng Peut ‘kon asoe lhok gampong tapi ureung tamoeng (bukan warga asli tapi pendatang) itu yang menjadi pemicu kenapa selama ini tidak terbangunnya komunikasi. 

“Kalo dari bahasa yang saya dengar, karena saya bukan penduduk asli Gampong Lueng Peut. Contohnya pengangkatan Teungku Imum Gampong lama ke yang baru, tidak diberitahukan ke saya. semestinya sebagai pemimpin mengetahui apa yang dilakukan di gampong,” ungkapnya 

Zulkifli yang memenangkan hampir 80% suara pada pemilihan Keuchik Gampong Lueng Peut, membenarkan bahwa hanya menegur keduanya, tetapi tidak memberikan teguran secara administrasi seperti menerbitkan surat peringatan  pertama (SP1) atau kedua. 

Nurdin Wahi, Dewan Pengurus YLBH Aceh

Sementara itu, pada pemberitaan di sejumlah media hari ini (24/11) kedua perangkat Gampong Lueng Peut mempertanyakan alasan pemberhentian mereka secara tiba-tiba, dimana mereka sendiri tidak mengetahui apa kesalahan dan pelanggaran yang telah mereka perbuat. 

Menurut mereka tindakan keuchik sangat arogan dan otoriter, seharusnya keuchik lebih bijak, paling tidak memberikan teguran secara lisan lebih dulu atau surat peringatan jika perbuatan mereka ada yang salah. 

"Jikapun keuchik tidak senang terhadap kami, atau kami  tidak layak lagi menjabat sebagai pembantu/perangkatnya tidak seperti ini caranya, ini sangat arogan dan semena-mena," kata Zubir

Menurut Zubir pemberhentiannya akibat menolak dalam pengukuran tanah jika tidak melibatkan wali tanah. Sementara keuchik minta dirinya tidak perlu melibatkan wali tanah.

“Jika tidak melibatkan wali tanah saat pengukuran dan wali tanah sebagai saksi saya tidak berani, karena nanti jika bermasalah atau terjadi sengketa tanah kita tidak sanggup bertanggup jawab,”katanya.

Hal senada juga disampaikan Hidayat selaku kaur umum dan perencanaan, dia sangat menyesalkan cara keuchik yang semena-mena tanpa ada peringatan dan teguran.

Tiba-tiba kami sudah dipecat, saya sangat terkejut saat berada dikantor keuchik, bahkan kami masih berbaju dinas, tiba-tiba kasi kesra menyerahkan surat pemberhentian kepada kami,”ungkapnya. 

Sementara Nurdin Wahi Dewan Pengurus Cabang Aceh Timur dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Aceh (YLBH Aceh) sangat menyesalkan cara-cara keuchik yang semena-mena dalam pemberhentian perangkat gampong tanpa melalui mekanisme aturan yang berlaku, seperti yang di alami dua perangkat Gampong Lueng Peut.

“Kita sudah mempelajari dan menelaah secara hukum bahwa dalam proses pemberhentian dua perangkat Desa Lueng Peut cacat hukum, dan kita akan advokasi kedua perangkat desa yang diberhentikan oleh keuchik, dalam hal ini kita sangat berharap agar Pak Camat Madat bisa menyelesaikan terlebih dulu masalah ini,  jika tidak ada titik temu, kita akan advokasikan mereka, bila perlu kita gugat ke PTUN,” kata Nurdin.

[Rachman]

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...