11 Sekolah Kota Kupang Persiapkan Belajar Tatap Muka Tebatas

11 Sekolah Kota Kupang Persiapkan Belajar Tatap Muka Tebatas
Tim Gabungan saat tinjau SMAN 1 Kupang.Ist

SMAN 1 Kupang Kedatangan Tim Surveilens Gabungan 

CAKRADUNIA.CO, Kupang - Untuk memastikan sekolah bukan klaster baru penyebaran Covid19, sebanyak 11 sekolah di Kota Kupang  terpilih untuk melakukan ujia coba tatap muka terbatas sebagai menjawab SK empat menteri mengenai berlakunya pembelajaran tatap muka Mei 2021.  

Sebelas sekolah yang terpilih, masing-masing SMA Negeri 1 Kupang, SMA Negeri 3 Kupang, SMA Negeri 5 Kupang, SMA Negeri 12 Kupang, SMA Citra Bangsa Kupang, SMA Katolik Giovanni Kupang, SMK Negeri 7 Kupang, SLB Negeri Pembina Kupang, Seminari St. Rafael Kupang,  SMA Pelayaran Kupang, dan SMA Muhammadiyah Kupang. Sebelas sekolah tersebut wajib melakukan Surveilens ketat.  

Surveilens Sekolah Bebas Covid-19 untuk Satuan Pendidikan SMA dimulai secara bertahap, menuju sepenuhnya tatap muka. Tim Surveilens terdiri dari  tim gabungan yaitu dinas Pendidikan, tim surveilen sekolah, tim laboratorium Biokesmas NTT, dan staf Puskesmas dinas Kesehatan  yang bertugas menerjemahkan Panduan Surveilens Sekolah  sesuai konteks sekolah yang menjalan uji coba. 

Selain tim gabungani terdapat pula tim Surveilens harian yang terdiri dari petugas skrining, pengawas atau piket harian, narahubung orangtua dan tenaga responden kasus jika terdapat  indikasi positif yang harus ditangani dinas Kesehatan kota/kabupaten. Tim harian ini bertugas  mendampingi,mengawasi,memastikan pelaksanaan surveilens sehari-hari di sekolah berjalan baik dan melakukan pengawasan berkoordinasi dengan tim gabungan.

Tim Surveilens Gabungan Sekolah Bebas Covid 19, pada Rabu, 5 Mei 2021 melakukan observasi pra persiapan uji coba pembelajaran tatap muka  dengan melakukan kunjungan observasi langsung melihat dari dekat persiapan pihak SMA Negeri 1 Kupang sebagai sekolah bebas covid-19 yang siap melakukan tatap muka.

Tim disambut oleh Kepala SMA Negeri 1 Kupang, Dra. Marselina Tua, M.Si. wakasek Kesiswaan Thomas Wake, S.Pd., wakasek kurikulum Dra. Sendy Paliama, tim gugus Covid-19 SMA Negeri 1 Kupang,Dra. Dortje Pilirobo,  wakahumas Ahmad Djais serta para guru SMA Negeri 1 Kupang. 

Dalam sambutannya  kepala sekolah mengucapkan terimakasih kepada tim serta para guru yang terlibat dalam kegiatan, serta  berharap kedatangan Tim Surveilens Gabungan Sekolah Bebas Covid 19 akan membantu pehamaman secara teknis terkait persiapan pelaksanaan tatap muka terbatas serta kaitannya dengan test antigen swab bagi warga sekolah yang akan melakukan  tatap muka.     

Tim yang melakukan kunjungan, observasi  dan disikusi tersebut terdiri dari Kepala Seksi Kurikulum Dinas Dikbudristek , Hans Bengu.;Kepala laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi  NTT dokter Fima Inabuy, Ph.d dan tim kerja yaitu dokter Anrian Pah,M.PH dan dua orang tenaga lapangan. 

Saat observasi dan berkunjung, pihak Dinas Dikbudristek, Hans Bengu menegaskan mempersiapkan sekolah uji coba tatap muka terbatas ini merupakan jawaban atas  edaran  Kadis Dikbudristek yang merespon SK empat Menteeri berkaitan dengan akan berlangsungnya sekolah tatap muka pada bulan Mei-Juni 2021. 

Masal liburan yang akan berlangsung Juni, dan kelas XII yang telah resmi diumumkan kelulusanya maka  uji program coba sekolah tatap muka terbatas hanya melibatkan siswa kelas X dan XI secara terbatas. Kawasan sekolah dan peserta didik serta warga sekolah yang beraktivitas secara tatap muka akan dipanatu secara ketat diawali dengan tes swab  antigen PCR pada semua yang terlibat. Test dilakukan secara gratis oleh laboratorium biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi  NTT dokter Fima Inabuy, Ph.d secara teknis  menjelaskan Lab.Biomolekuler  berperan mencegah orang sakit, sehingga dalam kaitannya dengan sekolah tatap muka terbatas ini peran lab. 

Biomolekuler bertugas  menjaga para murid dan guru serta semua yang terlibat dalam aktivitas tatap muka terbatas  yang masuk kategori  orang sehat agar tidak  terpapar sakit termasuk terpapar covid-19. 

“Namun usaha pencegahan  yang paling ampuh adalah diri kita sendiri. Mulailah dari  diri kita sendiri untuk tetap menjaga Kesehatan dengan taat prokes” kata Fima.

Dokter Fima Inabuy P.hD saat mobel Pool qPCR

Secara teknis, peran laboratorium Kesehatan masyarakat memastikan semua peserta  sekolah tatap muka terbatas adalah sehat dengan melakukan tes antigen model Pool-qPCR kuantitatif yang digunakan dalam memonitor dan mengawasi (Surveilellance) ada-tidaknya potensi penularan penyakit dalam suatu kelompok atau komunitas. Test ini sangat cocok untuk  sekolah atau Lembaga pendidikan . 

“Jadi metode testnya menggunakan banyak sampel sekaligus dalam satu kumpulan sampel atau pool untuk suatu reaksi yang sama” tegas Fima. 

Lebih detail dijelaskan Fima, model Pool-qPCR kuantitatif hasilnya dapat dilihat dalam waktu lebih cepat,cakupannya lebih luas dan biaya testnya lebih terjangkau.

Dicontohkan Fima, Khusus untuk SMA Negeri 1 Kupang tes antigen model Pool-qPCR kuantitatif dapat dilakukan berdasarkan area  kerja: (1) Kelompok Pimpinan sekolah; (2) Kelompok  Staf/admin sekolah.; (3) Kelompok guru Bidang Studi; (4).Kelompok Murid/Siswa; (5)  Kelompok Oragtua Murid. Juga berdasarkan faktor resiko: (1) OTG  atau orang tanpa gejala.;(2) Bergejala Ringan.;(3) Bergejala sedang,berat.; dan (4) Kelompok rentan,ibu hamil,usia di atas lima puluh tahun dan punya penyakit comorbid. 

“Di Indonesia Laboratorium Biokesmas model Pool-qPCR kuantitatif hanya ada dua yaitu  Lab. Biokesmas NTT dan Padang. Namun pendekatan Pool-qPCR kuantitatif berdasarkan faktor resiko hanya ada di Lab. Biokesmas NTT” kata Fima. 

Dengan pengelompokan berdasarkan area kerja dan factor resiko akan memungkinkan tim lebih cepat dan mudah menemukan siapa yang paling beresiko atau sumber yang memaparkan covid19 dalam sebuah kelompok test antigen.

Lab. Biokesmas NTT, Ide Brilian Anak-Anak NTT

Setiap hari, Lab Biokesmas NTT yang didirikan oleh anak-anak muda NTT itu bisa melakukan tes antigen PCR  sejumlah 320 sampel siswa dan guru.  Fima berharap dengan alat test yang terbatas ini,jika  pihak dinas atau pemerintah terkait bisa membantu penambahan alat maka bisa terjadi penambahan jumlah sampel test setiap harinya. 

“Tapi satu alat harganya 1.3 miliar” kata Fima. 

Ide berdirinya laboratorium Biomolekuler Kesehatan masyarakat NTT bertujuan untuk melakukan survei dan pencegahan Covid-19 melalui Pool-Test. Audiensi Ide ini dilakukan  1 Mei 2020-1 juli 2020 oleh anak-anak muda NTT pemerhati Kesehatan, termasuk salah satunya adalah dokter Fima Inabuy. Awal Juni 2020 dilakukan rekrutmen  terbuka dan mendapatkan dukungan dana pemerintah  NTT pada 1 Juli 2020. SK Gubernur tentang pendirian dan tim  Laboartorium biokesmas NTT diterbitkan  14 Agustus 2020. 

Selesainya pembangunan Lab. hingga simulasi  kerja lab. dilakukan September 2020 dan dilanjutkan  optimasi dan validasi metode Pool-qPCR. Peresmian Lab. Biokesmas NTT berlangsung 16  Oktober 2020. Belum memasuki satu tahun namun lab. biokesmas ini telah memeriksa 7.800 sampel secara akurat.

Seusai mendapatkan penjelasan teknis dari Tim Surveilens Gabungan Sekolah Bebas Covid-19, tim melakukan observasi langsung ke kelas-kelas dan lingkungan SMA Negeri 1 Kupang untuk memastikan berbagai fasilitas prokes dan berbagai pesyaratan  prokes kelas persiapan tatap muka terbatas. 

(Mezra E. Pellondou/Humas SMA Negeri 1 Kupang/KELAs Merdeka Belajar MGMP Bahasa Indonesia)          

Komentar

Loading...