Wabup Banta Puteh: Sejak Dilantik Bupati Ramli Musuhi Saya

Wabup Banta Puteh: Sejak Dilantik Bupati Ramli Musuhi Saya
Wakil Bupati Aceh Barat, Drs Banta Puteh Syam, SH,MM

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Wakil Bupati Aceh Barat Drs H Banta Puteh Syam, SH, MM yang diwawancarai khusus cakradunia.co,secara terbuka mengatakan sejak dilantik hingga kini dirinya dimusuhi Bupati Ramli, semua kegiatan tidak pernah dikoordinasi dengannya.  

“Sejak dilantik jadi Wabup Aceh Barat pertengah 2017 lalu hingga kini akhir saya dimusuhi Bupati Ramli MS. Semua kegiatan tak ada koordinasi dengan saya. Saya mohon maaf, apa bila belum bisa berbuat banyak kepada rakyat, sebagaimana janji saya ketika kampanye lalu,”kata Banta Puteh miris.

Rasa kekecewaan yang dalam itu disampaikan Banta Puteh, Jumat malam (12/7/2019) di Meulaboh. Pernyataan ini sengaja dipublis, agar timses dan masyarakat Aceh Barat mengetahui bagaimana kondisi ril antara dia dengan Ramli MS selama memimpin Bumi Teuku Umar.

Padahal, kenang Banta Puteh, ketika Ramli meminang dirinya menjadi wakil bupati diajak berulang kali untuk menyakinkannya dan setelah menjadi pasangan bupati-wakil bupati difinitif Aceh Barat, Ramli berjanji akan menjaga keharmonisan dan saling berbagi tugas.

Baca juga:Masyarakat Sipil: Bila Dimusuhi Bupati, Wabup Banta Puteh Dipecat Saja

Padahal, saat itu Banta Puteh ingin istirahat total dari politik setelah 30 tahun lebih mengabdi sebagai PNS dengan jabatan terakhir sekda Aceh Barat.

“Atas pertimbangan mantan atasan saya dan janji Pak Ramli merubah sikapnya ketika terpilih menjadi bupati, akhirnya hati saya luluh dan mau menerima pinangannya untuk mendapingi Ramli lima tahun memimpin Aceh Barat. Namun, apa yang terjadi selama ini justru sebaliknya, saya dimusuhinya,”sebutnya berulang-ulang dengan raut wajah kecewa berat.

Mungkinkah Koalisi Gerindra-PA

Pasca Pemilu 2019, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Aceh Barat membuat kejutan politik dibawah kepemimpinan H.Banta Puteh Syam dengan meraih empat kursi DPRK dari lima dapil Aceh Barat dalam pileg 2019 ini.

Ketika disinggung kondisi yang kurang harmonis dengan Bupati Ramli, apakah mungkin akan terbangun koalisi Gerindra dan Partai Aceh (PA), Banta Puteh Syam mengaku, partai yang dipimpinnya tidak ada persoalan dengan Partai Aceh yang pengusung pasangan Ramli-Banta pada pilkada 2017 lalu.

Ketika Pasangan Ramli-Banta dilantik Gubernur Irwandi, 10 Oktober 2017 lalu. Ist

Dengan ada empat kursi yang dimiliki Gerindra, katanya, sebenarnya sudah sangat membantu pemerintah ke depan dalam menjalankan program pemkab untuk merealisasikan janji kampanye kepada rakyat. Namun, persoalan yang terjadi selama ini, Bupati Ramli.MS tidak menghargai Banta Puteh, sehingga hubungan keduanya tidak harmonis.

 "Gerindra bisa saja berkoalisi dengan Partai Aceh yang memperoleh enam kursi untuk periode 2019-2024 mendatang. Kami tidak ada persoalan, namun pengurus partai Gerindra sangat kecewa dengan perlakuan Bupati Ramli selama ini kepada kami," katanya datar.

Terkait koalisi Gerindra-PA kedepan, tambahnya, Gerindra punya pimpinan partai di propinsi dan pusat. Untuk koalisi akan berkoordinasi ke jenjang yang lebih tinggi dan sekaligus melaporkan nasib para pengurus Gerindra yang sebelumnya aktif membantu pasangan RATA di pilkada Bupati 2017 lalu.

Ketika ditanya, apakah koalisi diarahkan ke partai ‘oposisi’ lain seperti Fraksi Partai Amanat Nasional atau Golongan Karya.

“Itu tidak mungkin, secara etika politik tak elok, karena Gerindra merupakan salah satu partai politik pendukung pasangan Bupati Aceh Barat hingga berhasil jadi pemenang,”urainya.

Meski demikian, jikapun Gerindra tak dapat berkoalisi dengan Partai Aceh karena arogansi Ramli. Maka, pihaknya akan berada di fraksi independen dengan fokus mendukung pemerintah guna mempermudah tanggung jawab moral pada masyarakat, terkait janji pilkada yang belum terealisasi.

Baca juga:Keretakan Bupati Ramli-Wabup, Humas: Isu Itu Tidak Benar, Mereka Harmonis.

"Banyak timses pendukung saya yang hari ini tak ada bedanya nasib dengan lawan politik. Sebenarnya Bupati Ramli harus tau, tak bisa dirinya jadi bupati kalau saya tak mendampinginya," ujar Banta Putih.

Yang aneh, lanjutnya, pasca pilkada 2017, Ramli pernah menyarankan agar dirinya ambil alih posisi ketua Gerindra Aceh Barat, karena dua periode partai lambang garuda itu tak mendapat satu kursi pun di DPRK.

Dan anenya lagi, ketika Partai Gerindra telah dibenahi dengan baik dan mengeluarkan modal banyak, tiba-tiba Ramli minta Banta Puteh mundur dari ketua partai. Maka, dengan tegas waktu itu Banta bersikap lebih baik meninggalkan jabatan wakil bupati dari pada berhenti dari ketua partai Gerindra, sebagaimana pernah disampaikan ke bupati Ramli.

Akibat memanasnya komunikasi politik dengan Bupati Ramli terpilih saat itu, Banta malah ada rencana untuk menolak hadir pada acara pelantikan bupati-wakil bupati Aceh Barat peridoe 2017-2022.

Namun, karena mempertimbangkan lelahnya para timses dalam meyakinkan pemilih dan permohonan sejumlah penasehat politik, akhirnya Banta memutuskan hadir acara pelantikan, meski dengan hati yang sangat berat.

Kepada pengurus partai Gerindra Aceh Barat dan timses yang pernah membantu dirinya maju sebagai calon wakil bupati, Banta Puteh meminta mohon maaf, bersabar dan memohon kekuatan kepada Allah SWT dengan tetap menjaga moralitas, demi Aceh Barat yang lebih baik. 

“Saya sangat kecewa, karena niat saya ingin membantu banyak orang. Tapi, kandas  akibat tidak jalannya koordinasi. Tugas yang saya jalankan selama ini, semata-mata hanya menjaga reputasi daerah karena terlanjur maju pada Pilkada 2017 lalu. Saya mohon timses bersabar, mudah-mudahan Allah SWT akan memberi jalan kepada kita dimasa yang akan datang,” pungkas Ketua Gerindra yang kini dinobatkan sebagai salah seorang pimpinan DPC Gerindra yang berhasil di Indonesia.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...