iklan US DPRA - Kadisdik

Tim Pansus DPRA Temukan RSU Sahudin Kutacane Dibangun Asal Jadi

Tim Pansus DPRA Temukan RSU Sahudin Kutacane Dibangun Asal Jadi
Tim Pansus 8 DPRA saat meninjau proyek PLTMH Lawe Sikap 7,2 megawatt. Pansus mengharapkan pihak perusahaan memperhatikan lingkungan dan mempertanyakan exploitasi pertambangan alias galian C. Ketua Tim Pansus 8 DPRA, Buhari Selian dan Yahdi Hasan. Foto/SI/Asnawi

CAKRADUNIA.CO, Kutacane - Tim Pansus Dapil 8 DPRA menilai pembangunan proyek Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sahudin Kutacane dibangun asal jadi, sehingga muncul berbagai bermasalah dan belum bisa difungsikan.

“Kondisi bangunan dinding retak-retak, plafon bocor. Bukan hanya itu, pekerjaan landscape dan drainase terkesan asal-asalan oleh kontraktor dan kualitasnya diragukan,” sebut Yahdi Hasan polisi Partai Aceh.

Tim Pansus 8 DPRA turun ke Kabupaten Aceh Tenggara, masing-masing, Buhari Selian (ketua pansus), Yahdi Hasan, Aminuddin Mkes, Syech Ahmadin dan stafnya.

Ketua Tim Pansus 8 DPRA, Buhari Selian, Rabu (10/7/2019) mengatakan, proyek pembangunan IGD RSU Sahudin Kutacane Rp 1,2 Miliar lebih dana DOKA 2018 dari Dinas Kesehatan Aceh.  

“Sedangkan Land scape (taman) Rp 758.000.000, pembangunan drainase Rp 820.000.000, dan pembelian ambulan Rp 702.000.000, rehabilitasi gedung IPRS RSUD Sahudin Kutacane Rp 558.000.000,”kata Buhari.

Selain ke Dinas Kesehatan tersebut juga turun ke proyek pembangunan PLTM Lawe Sikap.

Sementara Dinas Pendidikan Aceh proyek Pembangunan Aula Guru yang biaya total Rp 4,7 miliar dengan pekerjaan 91 persen dari pagu anggaran.

Menurut pantauan pansus, dana yang dibutuh untuk pembangunan aula hingga siap seharusnya mencapai Rp 10 miliar. “Karena kekurangan dana dikhawatirkan nanti bangunan tersebut telantar karena tidak sesuai dengan kondisi fisik yang  sebenarnya,” sebutnya

Polisi Partai Aceh Yahdi Hasan menyebutkan, untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Lawe Sikap yang rencananya akan mempasok arus listrik 7,2 megawatt (MW). 

"Di lokasi itu, adanya aktivitas pertambangan dan ini tentunya menghasilkan galian C dan kita pertanyakan untuk apa dan kemana digunakan. Kita pada prinsipnya setuju dengan proyek PLTMH Lawe Sikap karena energi listrik yang dihasilkan nantinya mampu mengatasi defisit arus listrik di Agara," kata Yahdi Hasan.

Namun, ia juga mempertanyakan dengan keberadaan PLTMH Lawe Sikap itu apa yang dapat diberikan pihak investor kepada Pemkab Agara untuk mensejahterakan masyarakat di sana.

Apalagi harus memperhatikan lingkungan, karena ada ditemukan dua ton lebih kayu diduga akibat praktek ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap. 

"Ini harus dituntaska karena kasus tersebut ditangani pihak kepolisian," pungkas Yahdi Hasan.

Aminuddin M.Kes mengatakan ketika Pansus 8 DPRA turun ke Gayo Lues proyek di Dinas Pengairan Aceh dan PUPR tidak diketahui titik-titiknya, sehingga terkesan aneh.

"Ini akibat tidak ada koordinasi dengan Pemkab Agara saat membangun dan ini terjadi akibat lemahnya pengawasan pimpinan dinas terkait," sebut Aminuddin prihatin. (ADV) 

Komentar

Loading...