Terowongan Geurutee Tak Prioritas, KMBSA: Kami Kecewa Sikap Plt Gubernur Aceh

Terowongan Geurutee Tak Prioritas, KMBSA: Kami Kecewa Sikap Plt Gubernur Aceh
Satu-satu bongkahan di Gunung Geurute berjatuhan, terkadang sering menghadang pelintas. Kondisi ini dikhawatirkan oleh warga barat selatan Aceh.Foto/SI

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) kecewa dengan  pernyataan  Plt Gubernur Aceh yang disiarkan media massa pada edisi 18 Juli 2019 dengan mengatakan terowongan Gunung Geureuteu tidak menjadi prioritas tahuh 2020.

"Terowongan Geurutee saat ini belum menjadi pioritas pembangunan di Aceh pada tahun 2020 mendatang,"jawab Plt Gubernur ketika menghadiri kegiatan Bhakti Sosial Pemerintah Aceh di Desa Bintah Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya pekan lalu seperti rilis media.

Menurut Ketua F-KMBSA Fitriadilanta, padahal Plt Gubernur Aceh tahu dan mengakui bahwa Geurutee itu dulu sudah pernah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, Nova mengatakan, pemerintah pusat memiliki skala prioritas, apakah mau Waduk Rukoh dan Tiro atau mau Geurutee duluan.  Ternyata Nova tidak memilih terowongan Geurutee.

“Kami kecewa berat, karena Plt Gubernur tidak menjadikan terowongan Geurutee prioritas. Kita tidak tahu sampai kapan program itu akan terwujud, bila terus digeser bahkan mungkin bisa hilang dari daftar program pusat,”urainya dengan rasa kecewa, Senin (22/7/2019).

Beberapa kali gubernur Aceh berganti, tambah Fitri,  pantai barat selatan dalam skala pembangunan mudah saja diganti nomor antrian termasuk Plt gubernur Nova.  KMBSA tahu semasa beliau di DPR RI gaung terowongan  Geurute terkesan sangat penting dan mendesak. Namun kini beda, ketika pucuk pimpinan Aceh dinakhodai Nova, malah tidak menjadi prioritas lagi.

Padahal, pemerintah pusat tetap meminta analisa dan presentasi kebutuhan dari gubernur Aceh terkait usulan PSN,  bisa saja gubernur mengatakan Geurute belum mendesak karena belum begitu ramai korban jiwa di pergunungan yang bersisian langsung dengan jurang Samudera Hindia.

“Saya ingatkan,  bila kita terus diam dan pasrah pada pemerintah Aceh, maka mimpi terowongan  selalu dalam pergantian nomor antrian. Tinggal pilih mau dekat dengan Nova tanpa hasil atau jarak menguntungkan rakyat,”sebutnya.

Ketua F-KMBSA,Fitriadilanta

Kenapa F-KMBSA mendesak Gubernur dan DPR Aceh untuk segera mencari jalan keluar, sehingga terowongan Geurite segera terwujud, karena sebagaimana informasi posisi  jalan yang berlikuk-likuk di Geurute itu, kini kondisi gunung tersebut begantung – karena bagian bawahnya telah terkikis arus ombak yang menjorok jauh ke dalam, seperti berbentuk gua dalam laut. Kondisi tersebut sangat riskan, muncul bencana alam.

“Kami menghawatirkan bila tiba-tiba Geurutee itu ambruk dan menumpahkan jutaan ton batu ke laut, pasti akan banyak korban. Bukan hanya yang melintas di gunung. Tapi, desa disekitarnya juga akan menjadi korban bencana itu,”jelas Fitriadi yang didampingi sekjend Azhari.   

Sebelum Pemilu 2019, cerita Fitriadi, Komandan KOGASMA Partai Demokrat,  Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) sangat serius berupaya agar terowongan Geurute masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, setelah masuk PSN, keseriusan AHY untuk mewujudkannya  kurang mendapat dukungan dari Plt Gubernur Nova yang notabennya adalah Ketua DPD Demokrat Aceh.

Kenapa AHY sangat ngetol untuk menghadirkan terowongan, sebut Fitriadi, karena dia tahu akan memperpendek dan mempercepat jalur transportasi bagi masyarakat pesisir pantai barat selatan Aceh yang hilir-mudik ke Banda Aceh, dengan sendirinya akan beekembang perekonomian lebih baik dan suatu saat akan mampu mensejajarkan diri seperti pertumbuhan ekonomi di bagian utara-timur Aceh. (Ret)

Komentar

Loading...