Salim Fahkry: Terowongan Geureutee Bukan Wacana, Harus Diwujudkan

Salim Fahkry: Terowongan Geureutee Bukan Wacana, Harus Diwujudkan
Suasana ketika warga membantu menaikkan korban Gunung Geurute yang masih selamat pada dua hari lebaran, Kamis (6/6/19). Ist

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Anggota DPR-RI asal Aceh H.M.Salim Fahkry menegaskan terowongan Gunung Gureute harus segera diwujudkan. Untuk itu, politisi golkar ini akan mendorong pemerintah pusat dan daerah agar keinginan warga pantai barat selatan bisa cepat terealisasi.

Penegasan ini disampaikan Salim Fahkry kepada cakradunia.co, Senin malam (10/6/19) ketika diminta pendapatnya pasca insiden jatuhnya mobil pikap ke jurang yang menelan enam korban jiwa pada dua lebaran lalu.

“Saya prihatin dengan insiden itu. Untuk menghindari insiden lebih besar, saya akan mendorong pemerintah pusat dan Aceh untuk mewujudkan terowongan Gunung Gureute tersebut. Ini bukan wacana lagi, tapi harus diwujudkan,”katanya yakin.

Salim Fahkry

Selaku anggota DPR RI dapil Aceh 1, Salim punya tanggung jawab moral lebih terhadap pembangunan di barat selatan Aceh, dengan wewenang dan fungsi dimilikinya akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk terwujud pembangunan yang merata di Aceh.

"Saya berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan pembangunan terowongan, agar jarak tempuh masyarakat barat selatan ke ibukota propinsi terpangkas dan nyaman, sehingga tidak ada lagi korban jiwa karena kecelakaan faktor sempitnya jalan di masa yang akan datang," tutur Salim

Ketua bidang Informasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara untuk Lingkungan dan Hutan ( SuLing Hutan ) Aminullah, Selasa (11/6/19) mengatakan, pemerintah harus segera mencari solusi pergeseran jalur transportasi dari barat selatan Aceh menuju ke Banda Aceh, mengingat jalan di gunung tersebut sudah sempit dan rawan kecelakaan.

“Berapa banyak lagi warga barat selatan Aceh harus meninggal dilintasan itu, baru ada reaksi pemerintah. Kalau memang itu maunya, maka tak perlu direspon tuntutan pembangunan terowongan Geurutee tersebut,” sebut Amin kesal.

Sebelumnya, Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) sering menyuarakan percepatan pembangunan pesisir barat selatan Aceh di berbagai forum. Namun, hanya sebagian kecil baru direspon seperti RS regional, sementara terowongan Geurutee sampai saat ini gubernur belum peduli.

“Sangat beda dengan suara masyarakat timur-utara dan tengah-tenggara sangat cepat direspon,” tutup Amin.

Bongkahan tebing yang sering longsor sangat mengancam keselamatan warga yang melintas. Ist

Sementara Dedi Kemal, putra Nagan Raya yang dihubungi terpisah mengatakan, terowongan Gunung Gureute memang sangat penting. Namun, karena melintas jalan negara, maka itu menjadi tanggungjawab utamanya adalah pemerintah pusat.

“Saya melihat bangun terowongan itu butuh biaya besar dan melintasi jalan negara, tanggungjawab utamanya pemerintah pusat. Bila tidak ada dukungan pusat, sulit pemda Aceh mewujudkannya. Jadi, tujuh anggota DPR RI dapil 1 Aceh harus mampu mengolkan di pusat dan harus ada minimal satu yang duduk di komisi ke-PU-an. Kalau ngak, ya siapa yang akan memasukkan programnya. Jangan cuma berkoar-koar sajalah, tidak akan berhasil,”kata Dedi panjang lebar.  

Fitriadilanta

Komentar

Loading...