Resmikan Listrik, Gubernur: Jangan Lahirkan Tambang Illegal di Sikundo

Resmikan Listrik, Gubernur: Jangan Lahirkan Tambang Illegal di Sikundo
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah didampingi Bupati Aceh Barat Ramli MS, manajemen perusahaan dan unsur muspida menyerahkan bantuan ke Gampong Sikundo yang diterima Keuchik Jauhari, Senin (15/7/19). Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah minta warga jaga lingkungan dan tidak melahirkan tambang illegal di Sikundo yang desanya masih indah. 

"Masih terlalu indah negeri Sikundo ini, sebelum dijadikan lahan tambang, banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan dengan tidak merusak  lingkungan. Saya tidak setuju ada tambang, bila tidak ada izin resmi. Jadi semua harus legal sesuai aturan," katanya. 

Permintaan itu disampai Nova Iriansyah, ketika meresmikan Listrik Desa di pedalaman Gampong Sikundo Kecamatan Pante Cermin Kabupaten Aceh Barat, Senin (15/7/19). Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Danrem 012/TU, Bupati Aceh Barat dan unsur muspida plus, muspika serta warga desa.

Untuk melakukan pembangunan, tambah Nova,  harus dilakukan lintas sektor. Tidak mungkin semua oleh pemerintah, seperti di Gampong Sikundo ini kita ketahui bantuan rumah akan dibangun Menteri Sosial melalui Dinsos Aceh, MCK akan dibantu PT.Mifa, instalasi listrik telah dipasang PT.PLN sejak bulan puasa lalu.

"Perhatian Pemda Aceh tidak berbeda dengan masyarakat kota untuk Sikundo. Cuma tidak mungkin semua gratis,  karena kurang baik juga sebagaimana disampaikan  Bupati Ramli. Perhatian pemerintah tidak berhenti sampai disini saja," kata Nova.

Desa Sikundo. Foto/Cakradunia.co/Fitriadilanta.

Pemerintah berharap dengan adanya jaringan listrik, ada bantuan MCK, bak penampungan air, maka masyarakat Sikundo jangan lagi meninggalkan desa. Tapi, bertahanlah digampong ini sambil membuka lapangan usaha sendiri untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Setelah ada bantuan dari pemerintah dan CSR perusahaan untuk Gampong Sikundo, Nova bertanya langsung kepada warga “Apakah bapak-ibu mau bertahan di Gampong Sikundo.” Dengan spontan warga yang hadir menjawab  “Mauuu paaak."

Nova juga mengingatkan warga agar memanfaatkan listrik untuk hal-hal positif, bisa menggunakan handphone, uma jangan setelah ada elektronik menyebarkan berita hoax atau fitnah ke publik.

“Seperti ada TV nasional merelis berita anak sekolah Gampong Sikundo naik jembatan tali, itu jelas fitnah,” sindir Nova.

Sama kasusnya dengan nasib petani Sawit yang di fitnah di Belanda bahwa sawit merusak lingkungan, sehingga harganya anjlok. Kita ketahui kebun sawit di Aceh  51 persen milik rakyat hanya  49 persen milik HGU.  Mana mungkin petani merusak lingkungannya, Nova akan ke Belanda bersama dinas terkait untuk menjelaskannya.

Nova Iriansyah mengharapkan, setelah ada listrik, manfaatkan secara positif dan didiklah anak dengan baik. Nova menyampaikan selamat atas kehadiran listrik, MCK, penampungan air dan bantuan rumah di masa yang akang datang untuk Desa Sikundo.

Jalan menuju Sikundo.Foto/Cakradunia.co/Fitriadilanta

Jarak 30 km dari kecamatan

Terkait berita TV yang sempat viral tentang anak sekolah melintasi jembatan tali, Rafasah, salah seorang warga Sikundo disela-sela peresmian listrik menceritakan bahwa benar dulu ada sekolah dasar diseberang sungai. Namun, sejak konflik tak difungsikan lagi dan anak-anak yang sekolah dasar pindah dan menetap di gampong tetangga, seperti ke Desa Jambak dan sekitarnya.

Jarak Gampong Sikundo dengan pusat ibukota Kecamatan Pante Cermen sekitar 30 km dengan menempuh jalan atau lintasan yang berliku-liku. Meski medannya sulit, kini mulai ramai dikunjungi pejabat dan pengusaha dari berbagai daerah.

“Selama sudah ada listrik, banyak pejabat dan pengusaha datang ke gampong kami, mudah-mudah ini pertanda baik ya pak untuk masa depan desa kami,” kata Wahap senang.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...