Ratusan Petani Demo PKS, Minta Bupati Naikkan Harga Sawit

Ratusan Petani Demo PKS, Minta Bupati Naikkan Harga Sawit
Salah seorang orator menyampaikan keluhan petani sawit kepada perewakilan PMKS di sekitar Lamie, Nagan Raya, Selasa ( 9/7/19 )

CAKRADUNIA.CO, Nagan Raya - Ratusan petani sawit Nagan Raya dari Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur gelar aksi demo ke Pabrik Pengelohan Sawit (PKS) yang beroperasi dikawasan dua kecamatan tersebut, Selasa (9/7/19 )

Dalam aksi tesebut massa meminta Bupati Nagan Raya menaikkan harga sawit seuai Permentan Nomor I tahun 2018 dan Intruksi Gubernur Aceh pada tanggal 30 Agustus 201, sehingga tidak terus menerus merugikan petani yang kini ekonomi mereka terus terpuruk.

“Kapan bisa sejahtera petani, kalau terus begini cara pemerintah dan pengusaha menurunkan harga sawit se-enaknya. Kembalikan sesuai aturan,” teriak Safrijar, orator disambut betul oleh peserta lainnya.

Menurut Safrijal, kesabaran masyarakat sudah sangat lama dan sepertinya tidak ada yang urus negeri ini, sehingga semua harus di teriak dan lahir aksi seperti hari ini baru mau didengar.

Koordinator aksi Irshani kepada cakradunia.co, Selasa (9/7/19) mengatakan, sebelum bergerak lokasi aksi massa berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di pasar Lamie, Tripa Makmur. Semua petani yang  merasa dirugikan oleh Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) meluapkan  kekesalannya dengan membawa spanduk, poster dan memakai peta merah.

"Mereka meminta Bupati Nagan Raya dapat menaikkan harga sawit yang selama ini secara terus-menerus turun. Massa menilai selama ini harga tersebut tidak sesuai prosedur dan sangat merugikan petani," kata Irshani.

Sekitar 700-an petani melakukan aksi demo meminta agar PMKS tidak mempermainkan harga TBS dan harus mengacu pada harga ketetapan pemerintah melalui panitia provinsi.

"PMKS di Darul Makmur khusunya dan Nagan Raya pada umumnya,  agar tidak menurunkan harga sawit jelang hari-hari besar Islam dan saat mobil pembawa sawit antri panjang di area pabrik, sehingga sangat menyiksa petani. Ini harus menjadi perhatian PMKS," ujar Irshan

Inshani minta Pemkab Nagan Raya mengintruksikan kepada semua PMKS untuk bermitra dengan petani sawit dengan baik dan saling menghargai sesuai Permentan Nomor I tahun 2018 dan Intruksi Gubernur Aceh pada tanggal 30 Agustus 2018, jangan menurunkan seenaknya saja.

Selain itu, pengunjuk rasa juga minta Tim Pengawasan Harga TBS agar pro-aktif memonitor PMKS untuk membeli TBS sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh Panitia Provinsi Aceh.

“Tim pengawas harga TBS, jangan diamlah, Tapi, harus benar-benar mengawasinya, sehingga harga selalu sesuai standar yang telah ditetapkan,”katanya.

Petani melakukan unjuk rasa ke pabrik UND, Ensem Lestari dan Dr.Leni dengan membawa spanduk,poster, soud dan peta merah disambut oleh perwakilan PMKS dan semua tuntutan petani diterima serta berjanji akan meneruskan ke management lebih tinggi serta ke pemerintah. Setelah itu, massa membubarkan diri secara teratur.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...