Puluhan Kerbau Warga Nagan Raya Mati Mendadak, Dewan Minta Dinas Terkait Turun Tangan

Puluhan Kerbau Warga Nagan Raya Mati Mendadak, Dewan Minta Dinas Terkait Turun Tangan
Kerbau yang mati akibat penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok Foto:http://duniaternak.com/

CAKRADUNIA.COM, Suka Makmue - Puluhan ekor kerbau milik warga di beberapa wilayah di Nagan Raya Senin (24/9/2018) mati mendadak. Kasus ini terjadi di  kecamatan Tadu Raya yaitu di gampong Gunong Pungki, Babah Rot, Babah Dua, dan Gunong Geulogo.

Ketua Pemuda Desa Gunong Pungki, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Saiful Bahri kepada cakradunia.com mengatakan, sebaran ternak yang mati mendadak di wilayah ini sangat cepat.

Menurut Saiful, di gampong Gunong Pungki  ternak kerbau mati mendadak sebanyak 20 ekor, gampong  Babah Rot 25 ekor dan gampong  Gunong Geuleugo sebanyak 15 ekor.

"Serangannya tiba - tiba saja, ternak sebelumnya jatuh, kejang-kejang lalu mati, tanpa bisa disembelih," kata Saiful Bahri.

Dampak dari kejadian ini peternak di Tadu Raya mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah . untuk itu warga yang ada di empat gampong tersebut  berharap ada penanganan secepatnya untuk mengantisipasi angka kematian ternak yang lebih banyak.

Hal yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRK Nagan Raya, Teuku Cut Man. Usai mendapat laporan dari masyarakat , selanjutnya pihak DPRK mendesak instansi terkait turun ke bawah ke kecamatan Tadu Raya, guna menanggulangi masalah tersebut agar tidak semakin meluas.

"Harus ada penindakan lebih lanjut, kalau tidak, petani yang akan rugi karena gerakan ini terus meluas," ujar Cut Man.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Teuku Kamaruddin menjelaskan pihaknya akan turun ke lokasi guna memastikan adanya mati ternak secara massal di Tadu Raya. Menurut Kamaruddin kematian ternak ini diduga akibat serangan penyakit ngorok (Septicemia Epizootica) atau kerap yang disebut SE.

"Ternak petani yang mati secara tiba-tiba diduga disebabkan oleh penyakit ngorok atau SE,"kata Kamaruddin.[]

Komentar

Closed.