Peringatan MoU Helsinki, BRA Serahkan Sertifikat Tanah Untuk 100 Mantan GAM

Peringatan MoU Helsinki, BRA Serahkan Sertifikat Tanah Untuk 100 Mantan GAM
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Malik Mahmud, Direktorat Kementerian Agraria, Ketua BRA M Yusnus foto bersama mantan GAM usai menerima sertifikat tanah pada HUT MoU Helsink ke-14, Kamis (15/8/2019). Foto/Cakradunia.co/Syukran Jazilai

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Badan Reintegerasi Aceh (BRA) menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah lahan pertanian untuk 100 mantan kombatan GAM pada peringatan MoU Helsinki di komplek Taman Sultanah Ratu Safiatuddin, Lamprik, Banda Aceh, Kamis 15 Agustus 2019.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Direktorat Kementerian Agraria disaksikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haytar.

Sertifikat tanah diberikan masing-masing seluas 2 hektare. Pembagian sertifikat itu sebagai bukti realisasi butir poin 3.2.5 dalam MoU Helsinki. Pembagian itu juga dilakukan secara bertahap, tahap pertama diserahkan kepada korban konflik di kabupaten Pidie Jaya, sementara pemerintah Pidie Jaya sudah menyediakan lahan seluas 200 hektare untuk dibagikan. 

Baca juga :Haekal Afifa: Refleksi 14 Tahun MoU Helsinki, Jangan Jadikan Sebagai Proyek Kelompok & Pribadi

Dalam sambutannya Ketua BRA, M Yunus mengatakan, Badan Reintergrasi Aceh yang diberikan kewenangan melalui MoU Helsinki ini sudah melakukan upaya integrasi untuk penguatan perdamaian di Aceh yang salah satunya  realiasasi poin MoU 3.2.5 yaitu memfasilitasi tanah pertanian untuk mantan GAM dan Tapol Napol.

"Kami BRA akan terus memfasilitasi tanah pertanian ini kepada mantan kombatan GAM sekaligus untuk memberdayakan korban konflik," kata Yunus.

Ia mengharapkan dukungan penuh kepada Pemerintah Aceh terhadap program BRA terutama pada pemberdayaan korban konflik dan mantan GAM sebagaimana tugas utama dari BRA itu sendiri yang fokus pada program tersebut.

Baca juga : DEMA UIN Ar-Raniry Desak DPRA Serius Perjuangkan MoU Helsinki

Kedepan juga BRA, kata Yunus akan melakukan serangkaian program lainnya yang berhubungan terhadap korban konflik  salah satunya yaitu program jaminan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan bagi yang belum mendapat pekerjaan, kemudian pembangunan gedung perdamaian Aceh sebagai media edukasi bagi publik, pelaksanaan rekomendasi pemulihan atau reparasi sesuai rekomendasi KKR Aceh.

"Saya mengharapkan dukungan penuh Gubernur dan jajaran SKPA terkait untuk mewujudkan program BRA ini," ujarnya.

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan, perdamaian Aceh yang sudah dilakukan 14 tahun yang lalu merupakan berkat dukungan penuh dari masyarakat Aceh dan Pemerintah pusat serta dukungan dari pihak internasional.

"Masyarakat Aceh dan Pemerintah pusat, sepakat untuk mengakhiri konflik yang terjadi di Aceh beberapa puluh tahun yang lalu, atas kesepakatan itu kita melahirkan MoU ini yang ditandatangani di Finladia, Helsinki," katanya.

Malik Mahmud juga mengatakan, 14 Tahun lalu Aceh menghadapi tantangan internal, begitu juga diplomasi dengan pemerintah pusat, alhasil tantangan tersebut ada yang berhasil dijalani ada juga mengalami kegagalan. Sementara mengenai butir-butir MoU yang belum terealisasi dirinya akan terus berkoordinasi dengan pusat.

"Kita akan bicarakan terus tentang ini kepada pusat," ujarnya.

Baca juga: Amir PETA : Setelah 14 Tahun Damai, Rakyat Aceh Harus Lebih Sejahtera

Peringatan MoU Helsinki yang ke-14 kali ini diadakan di Komplek Taman Sulthanah Ratu Safiatuffin, Lamprit Banda Aceh.

Amantan Cakradunia.co, moment peringatan perdamaian Aceh itu dihadiri sejumlah tokoh perdamaian Aceh, Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, unsur Pemerintah Aceh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, beserta jajarannya, tokoh perjuangan GAM Kamaruddin Abu Bakar atau kerap disapa Abu Radak, tokoh masyarakat ulama dan unsur Forkopimda. Sementara tema yang diusung dalam acara itu. "Perdamaian Menuju Aceh Hebat dan Sejahtera".

Dalam seremonial acara Himne Aceh "Aceh Mulia" juga dilantunkan setelah menyanyikan lagu "Indonesia raya", kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film kilas balik sejarah penandatanganan MoU Helsinki.

Syukran Jazila

selamat jalan BJ Habibie

Komentar

Loading...