Penyair D Kemalawati Terima Hadiah Utama Puisi Islam Asean

Penyair D Kemalawati Terima Hadiah Utama Puisi Islam Asean
Penyair D Kemalawati saat menerima hadiah dan pengahargaan dari Datuk Syed Abbas Syed Ali, Sabtu (29/6/2019). Ist

CAKRADUNIA.CO, Sabah – Penyair nasional asal Aceh D Kemalawati menerima hadiah juara utama Lomba Cipta Puisi Islam Asean dengan judul ‘Tasawuf Daun’ pada Majelis Perasmian Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-8, Sabtu 29 Juni 2019 di Sabah, Malaysia. D Kemalawati merupakan penyair yang sangat kreatif, kini menjabat sebagai Kepala Taman Budaya Aceh.

Acara diawali dengan Forum Sastra Islam dan Sastra Sufi dengan ahli panelnya, masing-masing Ustad Malai Ali Malai Ahmad (Malaysia),  Dr.  Muhammad Nur Samad Kamba (Indonesia) dan Dr.  Phaosan Jehwae (Thailand)  yang dimoderatori Ustad Haji Haslan Haji Wasli (Malaysia).

Acara yang mendapat sambutan YB Datuk Haji Mohd Arifin Mohd Arif dan dibuka oleh YB Datuk Syed Abbas Syed Ali, Speaker Dewan Undangan Negeri Sabah. 

Dalam sambutannya Datuk Haji Mohd Arifin menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta dari negara jiran seperti Indonesia, Thailand,  Malaysia dan Brunei Darussalam.

Datuk Arifin menyampaikan apresiasi kepada para pemateri bengkel puisi yang berlangsung, Jumat (28/6/19) di SMK Membakut, Sabah.

Menurut Datuk Arifin, bengkel puisi tradisi dan modern yang berlangsung kemarin pagi sangat dirasakan manfaatnya dan mengucapkan terima kasih kepada pembimbing bengkel puisi baik yang berasal dari kota Sabah, dan dari sastrawan Indonesia.

“Kami akan memperkasakan sastra mulai dari anak-anak kita,  karena anak-anak akan mempertahankan kesenian termasuk persuratan. Sastra kita adalah sastra sufi,  yang penuh kasih sayang,  cinta,  marhamah bukan marah-marah,  marhamah bukan dendam.  Insyaallah program bengkel puisi akan dilanjutkan setelah ini dan dijadikan program tahunan yang akan dilaksanakan oleh Badan Bahasa dan Sastra Sabah,  Dewan Bahasa dan Pustaka Sabah juga lembaga kebudayaan Sabah, " ucap Datuk Arifin penuh harapan. 

Bengkel puisi yang berlangsung Jumat pagi (28/6-2019) di SMK Membakut menghadirkan para pembimbing, mamsing-masing Nur Aisyah Maidin (Malaysia),  D Kemalawati (Indonesia), Karim Kadir (Malaysia) untuk kelas puisi tradisional (Syair), sedangkan untuk kelas puisi moderen dibimbing oleh Fatin Hamama (Indonesia),  Ramlie A.R (Malaysia) dan Hasmin Azroy Abdullah (Malaysia). 

Datuk Jasni Matlani (dua kanan) saat menerima sebagai Tokoh Mahrajan 2019.

 D Kemalawati dan Fatin Hamama melaporkan dari Sabah bagaimana antusias para siswa mengikuti bengkel puisi.

"Mereka begitu antusias mengikuti bengkel puisi, rasanya ingin berlama-lama membagi ilmu di sana.  Sayang waktu Jumat membuat kami harus mengakhirinya segera, " demikian ujar Fatin Hamama lewat panggilan whatsApp kepada Cakradunia.com, Sabtu (29/6/2019).

Lain halnya D Kemalawati, setelah memberi materi proses kreatif menulis syair,  ia merasa tertarik ke masa lalu ketika pemateri dari kota Kinabalu Cikgu Nur Aisyah  Maidin mulai mengumandangkan syair. 

Suaranya begitu merdu,  mengingatkan masa kecil yang selalu mendengar siaran radio Malaysia dimana syair seperti itu didendangkan.  Ia merasa kerinduan yang luar biasa dan bersyukur bisa mendapatkan pengetahuan tentang irama syair yang sedang digalakkan kembali di Sabah.

"Seandainya saja syair kembali hidup dalam masyarakat Aceh,  mungkin syair Perahu Hamzah Fansuri tidak hanya akan tertinggal dalam teks di dalam halaman buku tetapi akan menetap di dalam sukma kita, mempengaruhi prilaku anak-anak kita dengan bahasa yang selalu didendangkannya," ujar D Kemalawati ketika diminta tanggapannya atas pernyataan Datuk Arifin tentang antusias  pelajar SMK Membakut. 

"Bukan hanya siswa,  saya yang ikut mendengar mendengar bagaimana bersyair juga sangat antusias untuk mendapatkan ilmunya," pungkas D Kemalawati.

Para penerima hadiah utama Peraduan Menulis Puisi Asean yaitu: D Kemalawati dari Aceh Indonesia,  dengan judul puisi Tasawuf Daun,  Dr.  Shamsuddin Othman dari Malaysia dengan judul puisi Lelaki dari Pohon Berembang, dan Siti Rahmah Ibrahim dari Sabah Malaysia  dengan puisi berjudul Alif Lam Mim.  

Acara pembagian hadiah diawali dengan prosesi peluncuran buku antologi puisi bersama dengan judul buku ‘Tasawuf Daun’ yang diambil dari judul puisi pemenang utama karya D Kemalawati.

Peluncuran buku yang dikemas rapi diawali dengan vidio yang menampilkan seorang lelaki muda yang menyusuri kampung hingga ke sawah dan menemukan buku ‘Tasawuf Daun’ di balik rimbun rumpun padi yang sedang menuju menguning. 

Buku tersebut diambilnya dan dimasukkan ke dalam tas menyerupai empang untuk dihantarkan kepada Datuk Syed Abbas Syed Ali, Speaker Dewan Undangan Negeri Sabah dan Datuk Arifin serta para petinggi lainnya di atas panggung utama. 

Dari vidio ke panggung nyata tak membutuhkan waktu lama, tetapi begitu berkesan dan terkesima para undangan yang memadati gedung tersebut.

Penyair D Kemawalati.

Selain acara penyerahan hadiah untuk pemenang peraduan puisi penganjur juga memberikan anugerah Mahrajan kepada Dr.  Phaosan Jehwae dari Thailand dan Datuk Jasni Matlani dari Sabah. 

Dari Indonesia hadir, Dr Muhammad Nur Samad Kamba, dosen Tawasuf UIN Gunung Jati Bandung, Diki Lukman Hakim, S.Sos, M.Hum, Kepala PDS HB Jassin, Ritawati Jassin dan Sastrawan Fatin Hamama.

Dedi Fathurrahman.

Komentar

Loading...