Pemkab Tak Peduli, Warga Ambil Alih Perbaikan Jalan Kota.

Pemkab Tak Peduli, Warga Ambil Alih Perbaikan Jalan Kota.
Warga saat memperbaiki perempatan Jalan Merdeka- Teuku Umar Kota Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (14/11/18). Foto/Cakradunia.com/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.COM, Meulaboh – Kondisi perempatan Jalan Merdeka – Teuku Umar Kota Meulaboh di sudut Taman Hijriah depan Masjid Nurul Huda yang sudah lama rusak dan tidak diperdulikan oleh Pemkab Aceh Barat, dalam seminggu ini diambil alih warga disekitarnya untuk diperbaiki.

Untuk memperbaiki badan jalan umum tersebut, sejumlah warga disekitar Masjid Nurul Huda Meulaboh berbergotong royong merehab badan jalan yang digenangi air hujan dan lubang yang terus membesar. Selama ini, areal tersebut sangat rawan kecelakaan. Untuk memperbaiki jalan di pusat kota itu, warga menggunakan peralatan seadanya.

Koordinator relawan, Odon dijumpai dilokasi kerja kepada cakradunia.com, Rabu ( 14/11/18 ) mengatakan, terlepas dari kepentingan apapun, yang jelas jalan disekitar masjid Nurul Huda harus segera diperbaiki, karena sudah sangat sering jatuh korban yang menyebabkan sejumlah warga terluka dan rusak kendaraannya.

"Kami disekitar lokasi ini tak sanggup lagi melihat kondisi jalan rusak dan tidak mendapat perhatian pemerintah. Secara suka rela kami bergotong royong memperbaiki dengan cara menyemen bukan mengaspal dengan harapan sedikit lebih nyaman bagi pengguna jalan," ujarnya.

Odon juga menjelaskan, sudah tiga bulan kita pasang pengumuman agar jalan tersebut diperbaiki. Namun, tidak ada tanda-tanda ditanggapi oleh Pemkab dan DPRK Aceh Barat.

“Ada sejumlah hamba Allah yang membantu pasir dan semen, maka kami mengambil langkah memperbaikinya, sepertinya kita tak tau lagi mengadu kemana. Aceh Barat ini, seperti tidak ada pemimpin,”katanya.

Amin, salah seorang pengguna jalan yang melintas kawasan tersebut kepada cakradunia.com mengatakan, sangat disayangkan jalan  kawasan kota Meulaboh sudah begitu lama rusak tak mendapat perhatian pemerintah, sehingga masyarakat harus bergotong royong memperbaikinya.

“Kita apresiasi sikap warga yang tidak rela melihat korban berjatuhan, sehingga mereka terpanggil  untuk segera memperbaiki jalan untuk kepentingan kemanusiaan,” ujarnya

Dari pantauan cakradunia.com, Rabu pagi (14/11/18 ) ada lima warga bekerja memperbaiki jalan dengan peralatan seadanya. Mereka bekerja sudah berlangsung selama satu Minggu, untuk uang makan minum pekerja, salah seorang warga meletakan kotak “sedekah” di jalan meminta dukungan warga yang melintas.

Fitriadilanta

Komentar

Closed.