Pasien Stroke di RSUDZA Menolak Dipulangkan

Pasien Stroke di RSUDZA Menolak Dipulangkan
Imran Idham menyulang makanan ke istrinya yang sakit stroke di RSUDZA, Kamis (7/2/2019). Photo: Cakradunia.co/Syukran

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Seorang pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Cut Agusniar (49) menolak dipulangkan ke rumah. Penolakan tersebut disampaikan oleh suaminya Imran warga Jeuram yang sedang menemani istrinya di rumah sakit tersebut.

Imran mengaku, dengan kondisi istrinya yang masih lemas tidak mungkin dipulangkan, karena beberapa alat medis masih terpasang di badan sang istri. Apalagi anggota badannya belum dapat bergerak dengan maksimal. Intruksi disarankan untuk pemulangan sudah diterima Imran dua hari yang lalu.

"Makan saja masih pakai pipet, infus di tangan, selang masih terpasang di mulut apalagi duduk, bangun saja tidak sanggup," kata Imran kepada cakradunia.co saat ditemui diruang rawat Inap rumah sakit tersebut, Kamis 7 Februari 2019.

Imran mengatakan, istrinya sudah dua minggu lebih dirawat inap akibat penyakit strok yang dideritanya. Ia membawa istrinya untuk berobat ke RSUDZA supaya mendapat pengobatan yang maksimal. Untuk itu Imran berharap solusi terbaik yang seharusnya diberikan oleh pihak rumah sakit.

"Kalau dirawat dan diobati kemudian disuruh pulang dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin lah, saya jauh-jauh datang ke sini untuk berobat istri supaya sembuh," katanya.

Sementara itu Kasubbag Informasi Komunikasi dan Kerja Sama RSUDZA, Rahmadi saat dikonfirmasi cakradunia.co mengatakan, pihak rumah sakit akan melakukan edukasi-edukasi pra pemulangan terhadap pasien, mengingat secara indikasi medis dari dokter yang menangani pasien dinyatakan sudah bisa pulang.

"Penyakit yang diderita pasien tidak mungkin sembuh secepatnya 100 persen, tapi kalau dipaksakan terus diinap tidak menampakkan kemajuan, kan sama saja. Perawatan melalui pendekatan humanis perlu dilakukan oleh keluarga di samping nanti pasien akan dirawat jalan," kata Rahmadi.

Saat ini yang dibutuhkan keluarga pasien kata Rahmadi, adalah edukasi dari pihak rumah sakit untuk pasien itu sendiri, seperti cara merawat dengan menyulang makan, bahkan asupan makanannya nanti diberikan seperti apa.

"Kita coba juga tangani gejala-gejala sisanya, tidak secepatnya dipulangkan serta merta, edukasi ini akan dilakukan dalam beberapa hari ini," imbuhnya.

Syukran Jazila

Komentar

Loading...