OTT Berulang Kali, KPK: Bupati Kudus Bisa Dituntut Hukuman Mati

OTT Berulang Kali, KPK: Bupati Kudus Bisa Dituntut Hukuman Mati
Bupati Kudus, Muhammad Tamzil (Foto Instagram)

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Kasus OTT Bupati Kabupaten Kudus sudah terjadi berulang kali dan bisa terancam dengan hukuman maksimal bahkan tuntutannya bisa hukuman mati.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2019) seperti dilansir detik.com

"Apakah nanti ada hukuman khusus? Ini sebenarnya sudah kita bicarakan tadi pada saat ekspos (perkara) karena memang kalau sudah berulang kali, bisa nanti tuntutannya ada sampai dengan hukuman mati," kata Basaria.

Meski bisa diancam berat,Basaria belum bisa memastikan apakah tuntutan maksimal itu akan diterapkan. Dia mengatakan masih diperlukan pengembangan-pengembangan.

"Putusannya masih dalam pengembangan terus, nanti akan kita umumkan setelah ini. Karena belum diputuskan," sebutnya.

Menurut Basaria, sebelumnya, Bupati Kudus Muhammad Tamzil dan staf khususnya, Agus Soeranto ternyata pernah sama-sama dihukum di penjara. Kedua menjalani hukuman penjara dalam dua kasus yang berbeda.

Bupati Tamzil dipenjara karena terbukti bersalah melakukan korupsi dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus untuk tahun anggaran 2004 yang ditangani Kejaksaan Negeri Kudus. 


Muhammad Tamzil

Dalam kasus tersebut, Tamzil divonis bersalah dengan hukum 1 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Tamzil dipenjara hingga akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang, pada Desember 2015.

"Pada saat MTZ menjalani hukuman di Lapas Kedungpane, MTZ kembali bertemu dengan ATO yang juga sedang menjalani hukuman dalam kasus yang berbeda. Setelah bebas, MTZ berlaga di Pilkada 2018 dan kembali mendapatkan jabatan Bupati Kudus. Saat dilantik menjadi Bupati, MTZ mengangkat ATO sebagai staf khusus Bupati," ujar Basaria.[h]

Komentar

Loading...