Optimis Pertahankan Tipe B, RSUD CND Penuhi Tantangan Menkes

Optimis Pertahankan Tipe B, RSUD CND Penuhi Tantangan Menkes
RSUD Cut Nyak Nyak Dhien.

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Menteri Kesehatan RI merekomenasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh diturunkan dari tipe B ke C, rekom tersebut lahir setelah disurvei rumah sakit kebanggaan masyarakat Aceh Barat, memiliki banyak kekurangan sebagaiman ketentuan yang berlaku.

Bersamaan dengan RSUD Cut Nyak Dhien, ada 24 rumah sakit lain di Aceh akan diturunkan sebagaimana surat rekom dari Menkes RI melalui Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan yang ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota,Kepala Dinas Aceh dan kabupaten/kota.

Selain RSUD CND yang direkom turun tipe di Aceh diantaranya juga ada RS Bhayakara Banda Aceh milik Polri dari C ke D, RS Tk. II Iskandar Muda Banda Aceh milik TNI AD dari B ke C, RS Jiwa Banda Aceh milik Pemprov Aceh dari A ke B dan beberapa RS di daerah wilayah di Provinsi Aceh.

Kasubbag Humas Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh, Nasri Risma kepada cakradunia.co, Jum'at (19/7/19) mengakui, rumah sakit tempat ia bekerja termasuk dalam rekomendasi turun tipe dari Menkes dari B ke C.

Nasri Risma

Menurutnya, penyebab review turun tipe itu terjadi karena dua hal, pertama fasilitas dan kedua Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kita memiliki keduanya, baik fasilitas maupun SDM, yang jadi masalah rumah sakit online update SDM diketahui terputus, hanya tinggal kita perbaiki," ujarnya datar.

Ketika ditanya mengapa sampai tidak ter-update SDM dengan baik, sehingga muncul review Menkes.  Nasri mengatakan selama ini, ada dokter yang Surat Tanda Regrester (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP) sudah mati. Perlu menunggu pengurusan baru untuk selanjutnya di-update kembali ke data base Menkes RI.

Nasri optimis RSU Cut Nyak Dhien tetap bisa bertahan di kelas B, karena persyaratan akan mampu dipenuhi dalam tenggang waktu yang diberikan Menkes.

“Batas waktu yang diberikan sejak keluar surat review selama 28 hari ke depan. Kita akan sanggah tantangan tersebut dalam waktu 15 hari kedepan ,” ungkap Nasri optimis.

Disinggung soal pemberhentian 12 dokter dan kekurangan biaya rumah sakit sebagaimana pernah disampaikan Direktur RSU CND, dr Furqan beberapa waktu lalu ke media. Apakah menjadi salah satu penyebab mendapat rekomendasi turun tipe.  Nasri langsung menjawab dan meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada dampak dari kebijakan tersebut.

"Murni masalah update SDM yang menjadi penyebabnya,"katanya singkat.

Argumentasi dalam waktu sanggah, sebut Nasri, bahwa managemen keberatan RSUD Cut Nyak Dhien diturunkan tipe karena BLUD tersebut, merupakan rumah sakit rujukan barat selatan Aceh dan rumah sakit regional.

“Semua persyaratan sanggah sedang dikerjakan oleh managemen rumah sakit, diharapkan selesai dalam waktu dekat ini, target kita hanya 15 hari kerja. Berita sanggahan keberatan segera akan kita sampaikan ke Menkes,”katanya.

Sebagaimana diketahui setelah tersebar luas di media sosial sejak keluar berita RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh direkomendasi turun tipe, reaksi masyarakat Aceh Barat didunia maya manyorits mengungkap rasa kekecewaan pada managemen rumah sakit yang dinilai kerja tak becus.

“Apalagi yang bisa kita banggakan di bumi Teuku Umar ini, RSUD saja turun kelas,”tulis Aris bimc di akun Twitternya.

Randa, warga Aceh Barat lainnya juga sangat prihatin melihat kondisi rumah sakit yang dibanggakan selama ini. Akhir-akhir ini, memang dia kerap membaca berbagai persoalan muncul di RSU CND. Namun, dia tak pernah menyangka bahwa akan mendapat sanksi penurun tipe oleh Menkes.

“Bila, RSUD Cut Nyak Dhien kembali ke-era klasik, maka bukan hanya masyarakat yang dirugikan, manyoritas pejabat didalamnya juga akan hilang jabatan, hilang tunjangan dan lain-lain. Dari itu, kita berharap segeralah memenuhi permintaan kementerian kesehatan sebelum disahkan turun kelas,” sebut Randa berulang-ulang.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...