iklan US DPRA - Kadisdik

Menjelang Akhir Masa Tugas, Panggilan DPRK Tak Dipenuhi Dinas Pendidikan

Menjelang Akhir Masa Tugas, Panggilan DPRK Tak Dipenuhi Dinas Pendidikan
Ketua Komisi D DPRK Aceh barat, Banta Lidan

CAKRADUNIA. CO, Meulaboh - Terkait belum cairnya uang sertifikasi, dana guru terpencil,  fungsional dan honor tenaga harian lepas (THL), sejak Januari 2019, maka pihak DPRK dari Komisi A dan D memanggil pihak Dinas Pendidikan Aceh Barat, Rabu 31 Juli 2019 lalu.

Namun, undangan yang ditadatangani Wakil Ketua usman yang dilayangkan DPRK melalui Bupati Aceh Barat Ramli MS tidak mendapat respos dari Dinas Pendidikan. Buktinya,  mereka tidak hadir ke ruang rapat gabungan komisi gedung dewan, sehingga  agenda Rapat Dengar Pendapat  (RDP)  dinyatakan gagal hari itu. 

Ketua Komisi D Banta Lidan, S.Pd.I yang membidangi  pendidikan kepada cakradunia.co, Senin (5/8/19) membenarkan bahwa rapat yang sangat penting tersebut  pihak dinas pendidikan tidak hadir, sehingga harus diagenda ulang jadwalnya. 

Pihak dewan merasa sangat penting memanggil dinas terkait penyebab macetnya pencairan dana guru terpencil dan fungsional sampai akhir Juli 2019, karena dampak dari kemacaten itu pasti besar.

"Kita heran,  sampai catuwulan ke tiga dana untuk  jasa pendidik itu  belum cair.  Apa masalahnya, harusnya dana sertifikasi dan dana THL sudah harus diterima, itu kan hak mereka, " ujar Banta Lidan. 

Menurut Banta Lidan, apa penyebabnya dinas pendidikan tidak memenuhi panggilan dewan. Apa mungkin tidak siap memberi jawaban, sehingga memilih lebih baik tak memenuhi panggilan. Namun, dewan akan menyusun ulang jadwal panggilan selanjutnya  sesuai fungsi dan wewenang  dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat 

Aktivis  kampus Universitas Teuku Umar (UTU) Aris Munadi, Senin (5/8/19) menjawab pewarta cakradunia.co saat dimintai tanggapan terkait dana sertifikasi dan guru terpencil THL hingga akhir Juli belum cair, dia mengaku sangat kaget.

"Wah itu luar biasa kinerja pemerintah  Aceh Barat, sampai hari ini upah rakyat belum dicairkan, kita apresiasi sebagai langkah maju dalam mempersiapkan SDM unggul ke depan, " sindirnya.

Menurutnya, apa yang dikerjakan dinas selama ini,  padahal anggaran untuk itu telah ada, kenapa belum di cairkan.

“Apa ada upaya untuk mencari rezeki tambahan dari sumber anggaran yang telah ada itu,”tanyanya tak habis pikir.

Selain itu, Aris juga mengatakan, pihak dinas pendidikan tak memenuhi panggilan DPRK  bisa jadi, karena kekuatan wakil rakyat itu sudah terlihat lemah dan sudah tidak lagi tajam, mengingat 25 Agustus 2019 ini masa tugas mereka telah berakhir. “Mudah-mudah sepak terjang anggota DPRK Aceh Barat periode 2019-2024 harus lebih tajam tajinya, sehingga suaranya didengar dalam membela rakyat,”tutup penuh harap. 

Fitriadilanta

Komentar

Loading...