MaSA Jajaki Rancang Qanun Seniman Aceh

MaSA Jajaki Rancang Qanun Seniman Aceh
Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Amrizal J Prang (kanan), Ayah Panton (kiri) dan pengurus MaSA saat berdiskusi di sebuah warung kopi di Banda Aceh, Senin malam (1/7/19). Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Majelis Seniman Aceh (MaSA) yang lahir 9 Januari 2018 lalu, kini sedang menjajaki untuk merancang lahir sebuah qanun tentang wadah Seniman Aceh yang permanen sesuai amanah UUPA.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Ketua MaSA, Syamsuddin Djalil yang lebih akrab dipanggil Ayah Panton sempat berdiskusi panjang lebar dengan Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Dr.Amrizal J. Prang, S.H., LL.M di sebuah warung kopi di Banda Aceh, Senin malam (1/7/19).

“Sebenarnya, kami ingin bertemu Pak Amrizal di kantor beliau. Namun, karena jadwal beliau sibuk, akhirnya kami sepakati bertemu pada malam hari di sebuah warung. Disini lebih santai dan tidak terganggu jam kerja beliau,”sebut Ayah Panton yang ditemani sejumlah pengurus MaSA.

Dari pertemuan itu, MaSA mendapatkan banyak masukkan yang sangat berarti untuk melakukan tahapan-tahapan proses menuju pembentukkan sebuah qanun.

Amrizal J Prang. Foto/cakradunia.co/HH

Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Dr Amrizal J Prang menyampaikan secara detail bagaimana proses sebuah draf hingga jadi qanun. Untuk itu, MaSA harus memiliki landasan hukum, mempersiapkan draf qanun, naskah akademik dan tahapan lainnya dengan baik.

“Keinginan MaSA untuk membuah sebuah qanun tentang Seniman Aceh sangat baik. Namun, harus ada landasan hukumnya yang kuat, lalu membuat draf qanunnya, naskah akademik dan tahapan-tahapan lainnya hingga terwujud menjadi qanun,” kata Amrizal secara detail.

Dalam diskusi panjang lebar itu banyak hal yang dibahas dari berbagai pengalaman perjalanan membuat sebuah qanun dan keberadaan perundang-undangan di Aceh dan Indonesia.

Banyak plus minusnya. Namun, keinginan MaSA untuk membuat payung hukum keberadaan Seniman dan Budayawan Aceh dipandang sangat penting untuk menyahuti UUPA.

“Kami menilai keberadaan Qanun Aceh tentang Seniman dan Budayawan Aceh sangat penting. Karena itu amanah pasal 221 Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUP). MaSA akan berusaha mewujudkannya untuk mengisi kekosongan amanah itu,”urai Ayah Panton panjang lebar.(*).

Amrizal, Ayah Panton dan Yan Kande. Foto/cakradunia.co/HH

selamat jalan BJ Habibie

Komentar

Loading...