Kadisdik Ridwan: Saya Tak Kenal Susan Pelatih Tari SDN 24 Meulaboh

Kadisdik Ridwan: Saya Tak Kenal Susan Pelatih Tari SDN 24 Meulaboh
Kadis Pendidikan Aceh Barat, Drs.Ridwan Yahya

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Aceh Barat Drs.Ridwan Yahya mengatakan tidak kenal dengan namanya Susan pelatih tari SDN 24 Meulaboh yang selama ini sering membawa-bawa nama dinas setiap tindakannya.

“Saya tidak kenal dengan namanya Susan pelatih tari SDN 24 Meulaboh itu,”kata Ridwan kepada cakradunia.co, Senin (19/8/19)

Penegasan itu disampaikan menjawab pertanyaan wartawan, apakah benar Susan sebagai utusan dinas pendidikan untuk datang ke SDN 2 Meulaboh pasca konflik juara utama lomba FLS2N awal Agustus lalu, sebagaimana rekaman audio beredar didalamnya terdengar sejumlah ancaman termasuk akan memutasi para guru 

Ridwan berulang kali mengatakan tidak mengenal Susan, dan tidak benar jika dia datang ke SDN 24 atas permintaan dinas dan tidak tahu sampai dia menakut-nakuti dewan guru.

"Sampai besok saya tidak kenal dengan orangnya. Kalau dia datang kesana membawa nama dinas, itu pulang kepada yang bersangkutan. Biasalah banyak orang memanfaatkan kesempatan," ujarnya

Menurut Ridwan, terkait proses hukum dua orang guru SDN 2 Meulaboh yang dilaporkan pelatih tari ke polres Aceh Barat, sebaiknya mereka berdamai. Karena itu diluar ranah dinas pendidikan dan tidak diketahui apa masalahnya.

Ditanya apa peran dinas terkait kasus yang menimpa dua orang guru tersebut, Ridwan menuturkan tidak memberikan perintah. Maka, dinas tidak mencampuri terlalu jauh. Secara moral dinas hanya dapat menyarankan agar mencari jalan keluar yang terbaik supaya tidak memberatkan ke dua belah pihak.

Mengenai dibatalkan juara, kata Ridwan, awalnya bukan pembatalan. Tapi, dinas memanggil dewan juri untuk musyawarah terkait juknis. Namun, dewan juri mengundurkan diri, itu menjadi alasan juara dibatalkan.

“Awalnya tidak ada niat, namun kesimpulan itu muncul dadakan,”tuturnya.

Informasi beredar bahwa kabid dikdas terlalu berani  mengambil tindakan dinas sebagaimana disorot anggota dewan, karena dalam pembatalan juara ada tanda tangan kabid. Ridwan Yahya membantah hal itu, apapun yang mau diputuskan oleh dinas pendidikan adanya di kepala dinas, tidak bisa orang lain mencuri stempel.

"Tidak mungkin mereka maju kedepan tanpa perintah kepala dinas. Namun, dalam tindakan ada lebih dan kurang, mungkin yang dilakukan kabid dikdas untuk kebaikan dinas juga," jelasnya

Ridwan berjanji, siswi yang menjadi korban kebijakan kedepan akan lebih diperhatikan agar rasa trauma bisa terobati.

Terkait rencana wali murid ingin menggugat dinas pendidikan, Ridwan akan melihat apa masalah yang akan digugat. Dinas akan musyawarah kembali untuk mencari jalan keluarnya.

“Maaf, bila selama ini saya sangat sibuk, sehingga tak sempat mengangkat telepon dari wartawan,” tutup Ridwan.

Fitriadilanta

selamat jalan BJ Habibie

Komentar

Loading...