Forum KMBSA Pertanyakan Kinerja Pengawas RSU Cut Nyak Dhien

Forum KMBSA Pertanyakan Kinerja Pengawas RSU Cut Nyak Dhien
Aktivitas Pelayanan Kesehatan Di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tetap berjalan normal, meski klaim pembayaran BPJS Kesehatan belum cair selama empat bulan. Ist

Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 32 M

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (Forum- KMBSA) prihatin dan menyayangkan kondisi Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dien (RSUD CND) Meulaboh yang direkomendasi oleh Menkes RI turun kelas dari tipe B kembali ke tipe C.

Sekretaris Jenderal Forum KMBSA Azhari, S.Pd.I kepada cakradunia.co, sabtu (20/7/19) mengaku prihatin dan kecewa berat dengan kinerja manajemen rumah sakit kebanggaan masyarakat pantai barat tersebut termasuk pengawasnya yang mendapat gaji besar. 

"Bupati harus segera mengevaluasi kinerja manajemen dan pengawas rumah sakit tersebut, sehingga harapan banyak orang agar kualitas pelayanan dan kenyamanan sarana publik itu terwujud dengan baik," kata Azhari

Pengawas harus mengontrol kerja manajemen rumah sakit, sehingga upaya  peningkatan kualitas pelayanan, kebersihan dan kenyamanan BLUD Aceh Barat itu berjalan sebagaimana yang telah direncanakan.

“Selama ini, kami  lihat ada sejumlah pengawas profesional yang berikan tanggung jawab untuk mengawasi segala kegiatan di BLUD Cut Nyak Dhien. Apakah para pengawas itu tidak tau tupoksinya, sehingga terjadi kecolongan dan terancam turun kelas. Setahu kami mereka digaji besar,” tanya Azhari penasaran.

Padahal pada tahun  2016 lalu, sebut Azhari, RSUD CND naik kelas dari tipe C menjadi B. Kini, setelah hampir dua tahun beralih kepimpinan di Aceh Barat, malah terancam turun lagi ke tipe C, setelah mendapat rekomendasi dari Menkes.

“Akibat turun, salah satunya banyak pejabat harus menganggur, karena harus restrukturisasi pengelolanya dan kualitas pelayanannya juga turun," sindir Azhari geleng-geleng kepala.

Selain itu, menurut informasi, klaim tagihan rumah sakit kepada BPJS Kesehatan sejak bulan Maret sampai Juni 2019 lalu belum cair, sehingga obat untuk pasien harus terjerat hutang. Kenapa bisa terjadi? Seharusnya pengawas perlu menyampaikan informasi ini ke publik, sehingga warga mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi di RSUD CND.

Nasri Risma 

Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 32 M

Kasubbag Humas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Nasri Risma ketika diminta keterangan terkait klaim BPJS, sehingga terjerat hutang kepada cakradunia.co, Sabtu (20/7/19) mengatakan, benar klaim rumah sakit sejak bulan Maret hingga Juni 2019 belum dibayar BPJS kesehatan, sehingga untuk pengadaan obat-obatan pihaknya harus minta dispensasi kepada perusahaan pemasuk atas keterlambatan pembayarannya.

"Selama ini, klaim BPJS Kesehatan setiap bulannya antara Rp 7 M sampai Rp 8 M lebih. Karena belum dibayar, maka kita minta dispensasi kepada perusahaan pemasuk tetap mendistribusi obatnya, sehingga pasien tetap terlayani dengan baik,"keluh Nasri.

Disinggung biaya operasional rumah sakit, Nasri menjawab untuk biaya rutin di gunakan pendapatan dari pasien yang berobat di loket umum. Sementara untuk pembayaran honor Tenaga Harian Lepas (THL) masih tergantung pada pembayaran BPJS Kesehatan.

“Kami berdoa semoga pembayaran dari BPJS segera cair, sehingga tidak terganggu pelayanan rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, karena jumlah dana klaim empat bulan bisa mencapai Rp 32 milyar lebih. Mudah-mudah cepat cair,”pinta Nasri penuh harap.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...