Fajran Zain: Konflik Aceh Adalah Fakta Sejarah, Jangan Menjadi Dongeng

Fajran Zain: Konflik Aceh Adalah Fakta Sejarah, Jangan Menjadi Dongeng
Foto; Cakradunia/FCS

CAKRADUNIA.COM, Banda Aceh - Penulisan narasi sejarah yang utuh dan benar sangat penting serta mendesak. Hal ini perlu segera dilakukan agar generasi muda di Aceh bisa mengetahui dan percaya bahwa konflik Aceh yang memakan banyak korban itu, benar - benar terjadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Akademisi dan juga peneliti DR Fajran Zain, MA saat menjadi narasumber seminar nasional dan orasi ilmiah dalam rangka momentum hari perdamaian di Aceh, Sabtu (29/9/2018) di Aula Pascasarjana UIN Ar Raniry, Banda Aceh.

"Jangan sampai sejarah kita menjadi dongeng, sedangkan di pulau Jawa sana dongeng menjadi sejarah. Saya khawatir suatu saat nanti generasi muda Aceh tidak lagi percaya bahwa di Aceh ada konflik yang menimbulkan ribuan korban jiwa," ujar Fajran, yang juga merupakan calon anggota DPD RI dari Aceh.

Kepada 200 lebih peserta seminar, akademisi yang menyelesaikan doktoral di bidang psikologi politik di Australia tersebut mengungkapkan berbagai macam tantangan dalam mengungkapkan kasus dan kebenaran dalam pasca konflik.

Mantan komisioner KKR Aceh tersebut juga mengatakan bahwa tantangan dalam mengungkap kebenaran itu sangat besar. Menurut Fajran, tidak semua orang suka dengan kebenaran.

Alasannya kalau ini terungkap mereka akan bersinggungan dengan para pelaku. Sedangkan bagi korban, pengungkapan kebenaran itu penting untuk penghargaan dan pengakuan.

"Tantangan perdamaian hari ini adalah upaya menghadirkan rasa keadilan bagi para korban. Ini yang menjadi pembeda antara resolusi konflik GAM-RI (2005) dan Resolusi Konflik DI/TII - RI (1962). MoU 2005 memiliki skema untuk meng-address rasa keadilan itu. Ada Mekanisme KKR. Hanya saja pertanyaannya dimana posisi pemerintah (pusat dan daerah) dalam soal dukungan pada KKR itu," ungkap Fajran Zain.

Acara seminar nasional yang mengambil tema "Progres dan tantangan perdamaian di Aceh dengan meningkatkan pembangunan" tersebut diselenggarakan oleh DEMA UIN Ar Raniry dan Stikes Harapan Bangsa.

Menurut Ketua pelaksana Mohd Reza Pahlevi, selain menghadirkan Fajran Zain, acara ini juga diisi oleh dua narasumber lainnya yaitu anggota DPR RI M Nasir Djamil dan anggota DPRA Kautsar M Yus.[]
 

Komentar

Closed.