Duta Aceh Barat Dibatalkan, Warga: Kami Akan Gugat

Duta Aceh Barat Dibatalkan, Warga: Kami Akan Gugat
Penari SDN 2 Meulaboh yang dibatalkan juara 1 yang akan menjadi duta Aceh Barat ke propinsi. Ist

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Grup tari SDN 2 Meulaboh yang akan menjadi duta Aceh Barat ke tingkat propinsi setelah meraih juara pertama pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di kabupaten, tiba-tiba keesokkan harinya dibatalkan sepihak oleh Dinas Pendidikan Aceh Barat.

Padahal para juara sudah diumumkan ke publik, Senin, 29 Juli 2019. Namun, Selasa besok, 30 Juli dibatalkan dan menggantikan dengan grup tari lainnya.

“Apa maksudnya, karena mereka bukan anak pejabat, lalu seenaknya ditukar. Padahal, cara-cara seperti itu sangat merusak masa depan anak. Terganggu jiwanya,”kata Fidi Gusnandar walimurid yang salah seorang anaknya anggota tim tari yang dibatalkan itu kepada cakradunia.co, Kamis (1/8/19) dengan sangat kecewa.

Padahal, tambahnya, malam itu para juara termasuk anaknya dengan ceria telah memasukkan pakaian dalam tas untuk siap-siap berangkat ke Banda Aceh sebagai duta Aceh Barat. Mereka yang berhak berangkat itu masing-masing Cut Putri Widia Weta, Fahratu dan Putri Mailuida.

Baca Juga :Alumni Sombep Tuding, Pejabat Pendidikan Pembunuh Karakter Anak

Namun, keceriaan penari itu, tiba-tiba mendadak berubah dan mereka menangis histeris. Mereka tidak percaya, kenapa kemenangnya dirampas begitu saja,”sebut Beng-beng, begitu nama akrab Fidi tak habis pikir.

“Gara-gara dicabut kemenangan itu, anak saya sangat tertekan. Mereka histeris, kecewa berat. Anak saya sempat memasukkan pakaian dalam tas, karena keesok harinya dijadwalkan berangkat ke Banda Aceh untuk ikut lomba. Namun dibatalkan, akan kami gugat,"kata Beng-beng.

Fidi Gusnandar alias Beng-beng.Ist

Beng-beng tak bisa menerima setelah diumumkan lalu pihak dinas membatalkan dengan alasan tak masuk akal. Bahwa para juara tak memenuhi syarat sebagai pemenang lomba.  Pembatalan itu dibuktikan dengan berita acara baru bahwa yang menang adalah grup tari SDN 24 Melauboh dan SDN 2 turun ke posisi juara dua.

“Selaku wali murid, saya tak dapat menerima perlakuan ini. Jangan gara-gara ada kepentingan lain dilevel pejabat,  para siswa dikorbankan. Rusak mental anak-anak, dan sangat terganggu psikologi nya,” kata mantan aktifis IPMJ ini berulang-ulang.

Cara membatalkan sang juara menurutnya juga aneh, pihak dinas pendidikan Aceh Barat memberhentikan tiga dewan juri untuk tari. Lalu mengangkat dewan juri baru dengan membuat surat berita acaranya.

Lalu sang juri baru itu mulai bekerja hanya dengan memutar vidio hasil tarian sehari sebelumnya dan kemudian secara spontan langsung menetapkan pemenang baru.

"Sangat kejam permainan ini. Kami tak dapat menerima keputusan baru, karena keputusan dewan juri pertama sah dan tidak dapat diganggu gugat. Nyatanya, dewan juri yang diangkat dengan SK lalu dipecat dan hasil di rombak. Ini memang gila. Seharusnya kalau mau diberhentikan ya dilakukan pada technical meeting lah. Bukan saat telah diumumkan juara,"katanya dengan nada lantang.

Beng-beng akan mempermasalahkan hal ini sampai ke level atas, agar tidak ada korban lainnya pada festival atau lomba yang akan digelar dinas pendidikan di masa mendatang.

Akibat ada juri yang diberhentikan secara mendadak, malah ada dewan juri cabang lomba lain memilih mengundurkan diri dari pada tidak dihargai sama sekali.

Menurut informasi,  dewan juri yang dipecat dinas untuk tari tiga orang, masing-masing  Cut Yuslina, Gusna Wati dan Lina serta dari cabang lagu solo yang diganti Afdal Imran.

Beng-beng minta Bupati Ramli dan dewan Aceh Barat perlu segera merespon masalah ini, agar tidak terjadi trauma berat pada anak berbakat di Aceh Barat. Pemkab harus memajukan anak, bukan sebaliknya mengorbankan mental generasi muda yang berbakat.

Kebid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Aceh Barat, Nuriyah, S.Pd  ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut, kepada cakradunia.co Kamis sore (1/8/19) menjawab secara singkat.

“Saya punya atasan, nanti atasan yang menjawab,”katanya sambil menutup telepon. 

Ketika Kadis Pendidikan Aceh Barat,  Ridwan Yahya dihubungi, nomor handphonenya dalam keadaan sibuk. Pesan SMS juga belum dijawab hingga berita ini ditayangkan. 

Fitriadilanta

selamat jalan BJ Habibie

Komentar

Loading...