Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Oktober Gelar Musabaqah Kitab Kuning

Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Oktober Gelar Musabaqah Kitab Kuning
Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny S.Ag, MM

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh akan mengelar Musabaqah Qiaraatul Kutub (MQK) atau Kitab Kuning Oktober mendatang. Untuk mensukseskan acara tersebut, Dinas Pendidikan Dayah melakukan Rakor tingkat Provinsi Aceh, Selasa-Rabu (28-29/5/2019) di Grand Aceh Syariah Hotel, Lamdom Banda Aceh. 

Rakor tersebut merupakan salah satu rangkaian persiapan untuk penyelenggaraan MQK tingkat Provinsi untuk menyamakan visi penyelenggara dengan Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten/Kota se-Aceh yang bertanggung jawab dalam pengiriman kafilah.

Sedangkan acara Musabaqah sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 mendatang di Asrama Haji Banda Aceh. 

Dalam acara MQK turut mengundang Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten/Kota Se-Aceh dan Asisten Pemerintahan yang membidangi masalah Dayah.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny S.Ag, MM sebagai penggagas MQK Provinsi dalam laporannya menyampaikan beberapa hal dalam sambutanya, diantaranya, bahwa MQK merupakan ekstrakurikuler dari santri dayah dengan penyelenggaraan perlombaan kitab kuning.

Selain itu, Pemerintah Aceh melalui DPDA berkeinginan memperkenalkan lebih jauh kepada masyarakat Aceh tentang MQK dengan harapan menggalakkan perlombaan ini ditingkat apapun demi generasi Aceh yang lebih baik ke depan. 

“MQK merupakan salah satu upaya Badan Pendidikan Dayah untuk menjembatani  kalangan dayah yang tidak hanya mengkaji persoalan-persoalan ibadah saja. Namun, melalui MQK juga akan menggupas solusi atas problematika yang selama ini terjadi di tengah masyarakat," kata Usamah sebagaimana keterangan yang diterima cakraduni.co, Selasa 28 Mei 2019.

Usamah menambahkan pelaksanaan MQK ini juga untuk menumbuhkan kecintaan para santri terhadap kitab kuning, dan juga sebagai upaya meningkatkan tingkat kemahiran para santri dalam membaca dan mengkaji kitab kuning. Mengkaji dalam konteks ini membutuhkan kemampuan logika (mantiq), rasionalitas, olah pikir serta daya kritis yang jauh lebih mendalam. 

“ 23 kabupaten/kota sudah menyatakan ikut serta dalam MQK perdana yang direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 2019 mendatang. Kami, meminta dukungan semua pihak sehingga niat baik ini bisa lancar dan sukses,”tutup Usamah.

Plt Sekda Aceh yang diwakili Iskandar AP ketika membuka Rakor menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny yang memprakarsai dan membuat kegiatan Musabaqah Qiraatul Kutub ini direncanakan dengan sebaik-baiknya. 

“Pelaksanaan perlombaan MQK ini salah satu proses menuju generasi Aceh yang tidak hanya pintar secara pengetahuan umum saja, namun juga paham ilmu agama," ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung upaya meningkatkan gairah belajar para santri, salah satunya dengan mempertajam pembacaan ilmu kitab kuning dengan mengikuti MQK ini.

“Namun, tidak hanya pandai membaca saja, akan tetapi juga dapat memahami dengan baik makna yang terkandung dalam kitab kuning tersebut,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan, SDM dan Hubungan Kerjasama Aceh ini.

Saat menutup sambutannya, Iskandar AP meminta dukungan dari semua pihak agar terselenggara dengan sukses Musabaqah Qiratul Kutub tingkat provinsi yang baru digelar pertama kali ini.[]

Komentar

Loading...