Diguyur Hujan, Kebakaran Lahan di Aceh Barat Padam

Diguyur Hujan, Kebakaran Lahan di Aceh Barat Padam
Kepala BPBA Teuku Ahmad Dadek saat meninjau persiapan helikopter yang akan melakukan pemboman air di lahan terbakar di Aceh Barat. Foto/BPBA.

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 69,8 hektare di Aceh Barat dinyatakan telah padam. Api padam setelah kawasan tersebut diguyur hujan dari kemarin hingga Selasa pagi serta dibom air yang dijatuhkan helikopter BNPB sejak pekan lalu.

Menurut Kepala BPBA Aceh, Teuku Ahmad Dadek, sampai Selasa hari ini, kondisinya sudah padam seluruhnya. Pemadaman selain diguyur hujan juga dibantu helikopter dengan bom air yang datang sejak tanggal 8 Agustus lalu.

“Kondisi hari ini sudah padam seluruhnya. Helikopter BNPB sudah menjatuhkan air sekitar 500 ton lebih untuk pemadaman karhutla di Aceh Barat," kata Teuku Ahmad Dadek kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).


Helikopter BPNB saat menjatuhkan bom air di lahan yang terbakar di Aceh Barat.

Meski begitu, sebut Dadek, pihaknya masih menunggu beberapa hari ke depan karena api lahan gambut bisa saja masih menyala di bagian bawah, kadang terlihat dari atas sudah padam. Dadek mengharapkan helikopter BNPB untuk bom air tetap siaga di daerah.

"Tadi pagi juga sudah turun hujan lagi. Kita tunggu situasi berikutnya, mudah-mudahan api benar-benar bisa padam semuanya," harap Dadek.

Lahan gambut yang terbakar

Menurut Dadek, kebakaran hutan dan lahan gambut di Aceh Barat biasanya terjadi antara bulan April hingga Agustus. Untuk itu, Dadek berharap BNPB bisa menempatkan satu unit helikopter di lokasi sebelum musim kemarau.

"Lahan yang terbakar di Aceh Barat, masing-masing 3 Juli sampai 17 Juli 2019 seluas 70 hektare. Tanggal 26 Juli sampai saat ini sekitar 69,8 hektare. Jadi total kebakaran lahan di 13 kabupaten di Aceh, sejak 1 Agustus seluas 185,4 ha," tutup Dadek.(dk)

selamat jalan BJ Habibie

Komentar

Loading...