Dewan Aceh Barat Tuding Bank Tidak Transparan Salurkan Dana CSR

Dewan Aceh Barat Tuding Bank Tidak Transparan Salurkan Dana CSR
Tata Irfan, Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO , Meulaboh - Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat, Tata Irfan menuding perbankan di Aceh Barat selama ini tidak terbuka dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. 

Tudingan itu disampaikan kepada cakradunia.co, Rabu (7/8/19) di ruang sidang DPRK, Aceh Barat.  

“Selain dunia bank, termasuk sejumlah perusahaan lain yang beroperasi di Aceh Barat akhir-akhir ini juga tidak ada lagi laporan terkait sasaran penyaluran dana tanggung jawab sosial tersebut,”katanya Irfan.

Dulu semasa Kepala Bappeda Aceh Barat Ahmad Dadek,SH, dana sosial tersebut diketahui secara luas oleh publik berapa dan kemana disalurkan. Namun, kondisi itu akhir-akhir ini tidak lagi ada. Seharusnya Pemkab Aceh Barat mempertahankan prestasi yang sudah diraih.

Baca Juga: Jerat Warga Dengan Kredit, Dewan Minta Pemkab Evaluasi Izin Capella

Menurut Tata Irfan, sudah lama pihak DPRK tidak mendapakan pemberitahuan pemerintah tentang berapa jumlah dana CSR dan kepada siapa saja diberikan.

"Ketika T Dadek Kepala Bappeda  Aceh Barat, banyak mendapat apresiasi dan penghargaan terkait laporan pengelola dana CSR, tapi kini hal itu  tiada lagi. Malah, penyalurannya pun kita tidak tahu, " ujarnya memuji Plt Asisten II Setda Aceh itu.

Saat ditanya apa saja perusahaan yang tidak transparan, ia menyebutkan termasuk Bank Aceh,Bank BNI dan sejumlah perusahaan lainnya. 

Pihak DPRK akan menanggapi serius persoal ini, para pimpinan perusahaan akan diundang ke gedung dewan guna menjelaskan bantuan CSR perusahaan. Dana bantuan sosial tersebut harus terbuka tidak boleh disembunyikan sebagaimana perintah UU.

Terkait pengaduan mahasiswa bahwa Bank Negara Indonesia (BNI) 46 tidak mendukung program mahasiswa saat diajukan permohonan, Irfan berjanji akan mengundang dan meminta keterangan pihak BNI.

“Kenapa dana sosial seperti itu tidak didukung, DPRK akan meneliti lebih dalam kemana saja dana CSR selama ini digunakan dan berapa dana yang tersedia,”tutup politisi Partai Amanat Nasional penasaran. 

Fitriadilanta

Komentar

Loading...