iklan US DPRA - Kadisdik

Capres Termuda AS akan Latihan Militer di Indonesia

Capres Termuda AS akan Latihan Militer di Indonesia
Tulsi Gabbard, bila terpilih dia akan batasi senjata di AS dan menarik tentera di Timur Tengah

CAKRADUNIA.CO, Washington - Calon kandidat presiden termuda Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard (37) akan menghentikan kampanyenya selama dua pekan. Gabbard akan menjalani latihan militer di Indonesia untuk memenuhi kewajibannya sebagai anggota Garda Nasional. 

"Saya menantikan untuk bergabung dengan rekan tentara saya untuk melakukan latihan gabungan dengan militer Indonesia, yang akan berfokus pada kontra-terorisme dan penanggulangan bencana," kata Gabbard dalam siaran persnya, Selasa (13/8) dikutip republika.co.id

Selama bertugas sebagai Tentara Garda Nasional, Gabbard pernah ditugaskan ke Timur Tengah sebanyak dua kali. Latihan militernya kali ini bertepatan saat ia sedang berkampanye dalam pemilihan Presiden 2020. 

Gabbard mengatakan banyak yang memberitahunya ini waktu yang tidak tepat untuk meninggalkan kampanye. "Banyak yang bilang 'ya ampun ini waktu yang buruk untuk meninggalkan kampanye, tidak bisa kamu cari cara lain?' Ini bukan tentang itu," kata Gabbard. 

Dalam siaran pers yang diunggah di situs resmi Gabbard itu disebutkan tim kampanye politisi asal Hawaii itu tetap menjalan kampanye. Gabbard sudah mengabdi di Garda Nasional AS selama 16 tahun. 

Tulsi Gabbrard selalu optimis

Ia ditugaskan di Irak dari tahun 2004 sampai 2006 sebagai bagian dari tim medis. Gabbard memimpin pleton di Kuwait untuk menggelar operasi keamanan dan melatih tim kontra terorisme Kuwait.

"Saya mencintai negara kami, saya bersyukur dapat melayani negara saya dan rakyat Amerika dengan berbagai cara, termasuk menjadi tentara," kata Gabbard senang.

Selain tentara Gabbard juga anggota House of Representative. Tahun ini menjadi tahun ketujuhnya di Kongres. Di House ia menjadi anggota komite Layanan Angkatan Bersenjata, Urusan Luar Negeri dan Keamanan Dalam Negeri. 

Tomboi dan Kutu Buku 

Ketika Tulsi memasuki dunia politik, dia baru berusia 21 tahun. Dia lahir di Samoa Amerika dan pindah ke Hawaii pada 1983, ketika dia berusia 2 tahun. Tulsi Gabbard muda dikenal sebagai sosok yang tomboi dan kutu buku. Dia juga bersekolah di rumah. Gairah politik pertamanya adalah environmentalisme, minat yang berasal dari gairahnya pada lautan. 

Dia tinggal di sisi timur Oahu, dan setiap kali dia di rumah, dia memulai harinya di atas air. Sang ayah, Mike Gabbard, yang mendorongnya untuk mengubah minatnya di laut menjadi tujuan politik. Politik memang seperti sudah menjadi panggilan keluarga. 

Sang ibunda, Carol Proter Gabbard, memenangi kursi di Dewan Pendidikan Negara pada tahun 2000. Tulsi ingat dirinya adalah seorang remaja yang sangat pemalu. Namun, dia akhirnya menyadari bahwa rasa gelisah itu harus dihilangkan. “Jika saya takut, maka hal itu mengalahkan seluruh hal yang ingin saya lakukan,” ucapnya. 

Tulsi Gabbard menjadi anggota Kongres AS (DPR AS) ketika berusia 32 tahun hingga kini.

Sejak saat itu, Tulsi bangkit dan melatih dirinya untuk berbicara dengan orang asing, misalkan dengan menyapa ‘aloha’. Dalam inkarnasi politik pertamanya, Gabbard menyeimbangkan environmentalisme liberal dengan gaya konservatif yang tegas.  

Dia mendukung pembatasan penggunaan senjata, serta mendukung hak untuk aborsi. Sejak 2013, perempuan kelahiran 12 April 1981 ini duduk sebagai anggota Kongres (anggota DPR) AS mewakili negara bagian Hawaii. Saat itu, usianya masih 32 tahun dan hingga kini tetap anggota kongres AS. Sebagai orang biasa, Tulsi juga beken karena dia adalah seorang surfer yang lihai menaklukkan ombak di pantai. 

Sebagai bakal capres dari Partai Demokrat, Tulsi juga menambah daftar perempuan kulit berwarna yang akan maju di pilpres, setelah Kamala Harris yang berdarah India. Teman dan pendukungnya menggambarkan Tulsi sebagai orang yang tenang. 

Dia bisa meyakinkan orang, bahkan dengan suara yang pelan, bahkan sedikit menghipnosis. Dia juga disebut sebagai orang yang hangat, penuh senyum dan memeluk orang dengan sepenuh hati.

“Kita butuh pemimpin yang berjuang untuk orang-orang di negara ini dan berjuang untuk planet kita dan berjuang untuk perdamaian. Inilah yang menjadi fokus saya, dan saya melihat bagaimana saya bisa melayani orang-orang di negara ini,” katanya, dikutip The Glamour.  (ROL/Sindo)

Komentar

Loading...