Bupati Ramli 'Sia-siakan' GOS Warisan Tito, Presiden T Umar FC: Saya Sangat Prihatin

Bupati Ramli 'Sia-siakan' GOS Warisan Tito, Presiden T Umar FC: Saya Sangat Prihatin
Presiden Teuku Umar FC, Ismail.

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Gedung olah raga dan Seni (GOS) Aceh Barat yang terletak dikawasan Gampong Pasie Pinang arah selatan kota Meulaboh Kecamatan Meurebo Kabupaten Aceh Barat sejak selesai dibangun pada era pemerintahan Haji Tito-Haji Nanda sampai saat ini belum terlihat dimanfaatkan secara maksimal

Presiden Futsal Teuku Umar FC, Ismail kepada cakradunia.co, Minggu (8/9/19) mengatakan keprihatinnya atas ketidakjelasan pengelolaan GOS milik pemkab Aceh barat tersebut, karena sampai saat ini sering sepi ketimbang ada kegiatannya.

Teuku Umar FC, sebut Ismail,  pernah meminta pakai fasilitas tersebut untuk latihan anak-anak futsal beberapa bulan lalu guna persiapan mengikuti liga Nusantara. Meski administrasi dipenuhi, namun sampai hari ini tidak ada jawaban dari pemerintah, hingga liga nusantarapun sudah selesai.

"Sayang, sepertinya GOS itu terseret kepentingan kompensasi, sehingga sampai hari ini belum ada kejelasan siapa sebenarnya pengelola.  Seharusnya, Bupati Ramli tegas memberikan aset itu berada dibawah instansi mana, KONI atau Disbudparpora. Janganlah disia-siakan begitu saja," kata Ismail mengherankan.

Menurut Ismail yang sangat merugikan adalah insan olahraga dan seni di Aceh Barat. Selama ini, fasilitas umum itu ada. Namun, sangat sulit mengurus izin penggunaannya.

“Saat kita mendatangi Disbudparpora mereka katakan gedung tersebut dibawah KONI, begitu juga sebaliknya. Akhirnya, membuat para pengurus klub malas untuk mengurusnya,” sebut Ismail kesal.

Pemain Fustal Meulaboh berharap GOS dapat dipermudah untuk izinnya, jangan dipersulit. Foto/Cakradunia.co/Fitriadilanta

Saat ditanya apakah GOS tersebut cocok dikelola oleh pihak ketiga. Presiden Teuku Umar FC menyebutkan, itu lebih baik biar ada yang mengurus dan bertanggung jawab daripada terbengkalai yang dikhawatirkan hancur akibat dihuni hantu.

"Sebaiknya diberikan untuk dikelola oleh pihak ketiga. Agar GOS ada yang urus sehingga para klub olah raga dan group seni mudah mengurus izin bila ingin digunakan dan menjadi pemasukan bagi PAD. Bila tak digunakan, ya akan dihuni hantu," tambah Ismail.

Anak-anak muda pemain futsal kota Meulaboh, menyayangkan kondisi itu dan sangat mengharapkan kepada pemkab Aceh agar dapat memfungsikan GOS sebagaimana keinginan para olahragawan, jangan disia-siakan begitu saja aset daerah yang telah menelan biaya milyaran rupiah.

“Pemain futsal dan olah raga indor  lainnya sangat kewalahan mencari tempat olahraga yang cocok. Padahal aset kemkab ada. Tapi, super sulit diakses, seharusnya pemerintah mempermudah urusan rakyat jangan mempersulitlah. Kenapa ya, ada fasilitas tak bisa digunakan, kami jadi bingung,” ungkap Roby tak habis pikir yang diiyakan oleh kawan-kawannya.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...