Aset GOS Dibawah Disparbudpora, Khairuman: Aturan Pemakaian Belum Ada.

Aset GOS Dibawah Disparbudpora, Khairuman: Aturan Pemakaian Belum Ada.
Khairuman, Kadis Parbudpora Aceh Barat

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat yang telah rampung dibangun sejak tahun 2017 lalu sampai saat ini izin penggunaan fasilitas tersebut belum ada sebuah ketetapan, baik dalam peraturan bupati maupun qanun Aceh Barat.

Dampak dari belum ada aturan, sejumlah organisasi olahraga dan seni di bumi Teuku Umar kewalahan dalam proses pengurusan izin, sehingga gedung megah tersebut sering kosong ketimbang digunakan masyarakat.

Kepala Dinas Parawisita, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) Aceh Barat Khairuman, Spd kepada cakradunia.co melalui pesan WhatsApp, Senin (9/9/19) mengatakan dari hasil koordinasi pihak pemkab dengan provinsi beberapa bulan lalu hingga kini dasar hukumnya belum valid.

"Aset tersebut dibawah disparbudpora, namun ketentuan pemakaian lagi kita siapkan untuk dijadikan qanun atau syarat legal lainnya secara hukum," ujarnya

Gos itu, katanya, milik bersama. Namun, jika ada yang belum bisa kita manfaatkan karena sistim pengelolaan dan aturannya belum selesai kini sedang disiapkan.

“Bila itu menjadi kendala selama ini, Disparbudpora akan mengoptimalkan penyelesaikan persoalan terkait aturan tentang penggunaan fasilitas tersebut. Saya rasa demikian penjelasan singkat,” WhatsApp kadis yang mengaku sedang berada di kota Subulussalam mengikuti Porda Korpri se-Aceh.

Sebagaimana diketahui banyak pihak bahwa gedung olahraga dan seni (GOS) milik Pemkab Aceh Barat tersebut sampai saat ini belum dapat difungsikan secara maksimal, padahal itu aset yang dapat mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 

Proses pengurusan izin penggunaannya masih sangat sulit dan sebelumnya pernah saling lempar informasi antara KONI dan Disparbudpora Aceh Barat sebagaimana pernah dikeluhkan Presiden Futsal Teuku Umar FC, Ismail bahwa mereka pernah mengajukan permohonan pemakaian GOS untuk latihan persiapan Liga Nusantara. Namun, hasilnya sampai hari ini tidak ada kejelasan dari pemkab hingga Liga Nusantara selesai.

“Seharusnya, kondisi seperti tidak boleh berlangsung lama. Masak sudah dua tahun untuk urusan perizinan saja tidak klar. Kan itu milik pemkab, ya buat saja aturan Perbupnya selesaikan,”sindir Dedi K pemerhati olahraga Aceh Barat.

Fitriadilanta

 

Komentar

Loading...