Alumni Sombep Tuding, Pejabat Pendidikan Pembunuh Karakter Anak

Alumni Sombep Tuding, Pejabat Pendidikan Pembunuh Karakter Anak
Ketua Alumni Sombep.

CAKRADUNIA. CO. Meulaboh – Pembatalan juara pertama Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten oleh Dinas Pendidikan Aceh Barat, menuai reaksi dari berbagai elemen di Aceh Barat,  baik yang disampaikan melalui medsos maupun dalam diskusi panjang di warung kopi, Jumat pagi (2/8/19).

Ketua Alumni Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (Sombep) Aceh Barat, Azhari kepada cakradunia.co, Ju'mat (2/8/19) mengatakan kasus pembatalan sepihak juara FLS2N yang seharusnya menjadi duta tari Aceh Barat ke provinsi Aceh merupakan perbuatatan ceroboh dan dinilai bodoh karena membunuh karakter anak yang sedang tumbuh.

“Kasus itu, sangat memalukan dan mencoreng nama baik pendidikan Aceh Barat. Masak setelah diumumkan sebagai juara, lalu dewan juri diganti dan dikeluarkan hasil penilaian baru. Ini kan membunuh karakter anak-anak. Jadi pejabat di disdik itu, bukan pendidik karena kejam betul kebijakannya,” kata Azhari.

Baca Juga : Duta Aceh Barat Dibatalkan, Warga: Kami Akan Gugat

Menurutnya, sikap tersebut dikhawatirkan  bisa berpengaruhi mental anak-anak sekolah dalam belajar di masa mendatang. Karena menyangkut psikologi anak, seharusnya mereka diberikan apresiasi agar lebih giat dalam mengharumkan nama Aceh Bara di Aceh bahkan di nasional.

Untuk membangun karakter anak, sebutnya, tidak bisa instan. Tapi, butuh waktu dan proses lama agar mereka mampu mewujudkan cita-cita tinggi dan memiliki mental juara.

Baca Juga : DPRA Minta Pemda Dampingi Proses Hukum Annisa di Malaysia

“Bukan seperti kasus ini, malah dipatahkan oleh kebijakan dinas pendidikan yang tidak mendidik itu. Apa pejabat di diskdik tak mampu dan tak paham etika dalam dunia pendidikan. Jika tak paham, jangan duduk di dinas pendidikan kalau hanya ingin menghancurkan generasi muda dan mencari keuntungan. Tapi cari tempat lain,”tegasnya.

Azhari mengharapkan ‘gugatan’ itu cepat diselesaikan oleh dinas pendidikan atas kesalahannya dan grup tari SDN 2 Meulaboh sebagai juara pertama harus dikembalikan haknya sebagaimana mestinya dan tidak menyeret-nyeretnya  untuk kepentingan politik.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...