3 Fraksi Soroti RSU Cut Nyak Dhien dan Dinas Pendidikan Aceh Barat

3 Fraksi Soroti RSU Cut Nyak Dhien dan Dinas Pendidikan Aceh Barat
Pimpinan Sidang Usman (kiri) berbincang dengan sekretaris dewan dan anggota sewan lainnya usai pandangan umum, Selasa (6/8/19)

CAKRADUNIA.CO Meulaboh - Pandangan umum tiga fraksi dalam sidang rancangan qanun tentang perubahan anggaran pendapatan belanja Kabupaten Aceh Barat tahun 2019, Selasa (6/8/19) soroti rekomendasi turun tipe RSU CND  dan pembunuhan karakter anak oleh Dinas Pendidikan Aceh Barat.

Dalam sidang pandangan umum tersebut hadir Sekretaris Daerah Adonis mewakili mewakili bupati, para SKPK berlangsung di ruang rapat sidang paripurna gedung DPRK Aceh Barat.

Fraksi Persatuan Perjuangan Demokrat (F-PPD) diwakili Tgk.H.Mawardi Basyah, S.Sos meminta Bupati Aceh Barat menjelaskan sejauh mana upaya manajemen Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien dalam mempertahankan tipe B, karena Kementerian Kesehatan RI telah merekomendasi turun ke tipe C.

“Kami mengharapkan Bupati Ramli meluruskan dan mencari penyelesaian kenapa terjadi pembatalan juara pertama Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten yang sangat merugikan kelompok tari SDN 2 Meulaboh dan bisa membunuh karakter anak-anak,” urai Mawardi panjang lebar.

Baca Juga:Forum KMBSA Pertanyakan Kinerja Pengawas RSU Cut Nyak Dhien

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang diwakili Abdul Rauf, SE meminta RSU Cuta Nyak Dhien dapat mempertahankan tipe B, sehingga tidak turun ke tipe C, karena dampaknya sangat besar kedepan.

"RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh harus segera memperbaiki dan menyelesaikan apa yang menjadi kendala agar penurunan tipe dapat di tangguhkan," pintanya.

Selai itu, Fraksi PAN menilai keberadaan dewan pengawas RSU CND harus dievaluasi kembali terkait tugas pokok, fungsi dan keanggotaannya, mengingat banyak permasalahan yang terjadi selama ini tak kunjung selesai dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Baca Juga: Optimis Pertahankan Tipe B, RSUD CND Penuhi Tantangan Menkes

Abdul Rauf juga mempertanyakan apa yang dilakukan pengawas selama ini terhadap sistem manajemen rumah sakit umum kebanggaan masyarakat pantai barat tersebut.

“Ini perlu transparansi karena pelayanan kesehatan berdampak langsung pada masyarakat yang membutuh dilayani dengan cepat dan baik,”katanya.

Ketua Fraksi Golkar, Samsul Bahri mengingatkan pemerintah agar serius menyelesaikan masalah yang terjadi di rumah sakit, karena rumah sakit merupakan parameter maju mundur suatu daerah. Selain itu pihak pengawas juga diminta dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

Golkar juga meperkarakan pembunuhan karakter anak yang dilakukan oleh dinas pendidikan Aceh.

Baca Juga : Duta Aceh Barat Dibatalkan, Warga: Kami Akan Gugat

Golkar juga mendesak Bupati agar masalah grup tari yang jadi juara di FLS2N yang kemudian dibatalkan oleh pihak dinas pendidikan harus ditanggapi serius karena berdampak negatif terhadap perkembangan anak.

"Kami minta Bupati Ramli MS untuk mengevaluasi pejabat dinas pendidikan, karena mereka tidak mampu menunjukkan profesionalitas kerja sehingga terkesan lebih kengutamakan kepentingan personal dan politik dalam mengambil sikap yang sangat merugikan daerah," ujar Samsul.

Pantauan cakradunia.co dari empat fraksi di DPRK Aceh Barat, tiga fraksi  lebih banyak menyoroti manajemen rumah sakit dan kinerja dinas pendidikan, kecuali hanya satu Fraksi Partai Aceh menyoroti masalah lainnya.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...